Yesungiie oppa!

Yesungiie oppa!

Rabu, 18 Agustus 2010

The One I Love Part VI (The last story)

@@@
Hati DongHae benar-benar hancur. Perusahaan Ayahnya yang selama ini dibangun Ayahnya dengan susah payah, dengan mudahnya bangkrut dan tak lama kemudian Ayahnya tersayang pergi untuk selama-lamanya. Hari ini adalah pemakaman Ayahnya. Tangisan ibunya membuat hatinya sangat sakit. Lebih sakit lagi karena ia pun kini telah meneteskan air mata.
Semua orang telah bubar. Kini hanya ada DongHae yang sedang menatap makam Ayanya dan HyoRi yang setia menemani dan memberikannya semangat. DongHae masih terus meratapi kepergian Ayahnya, Dan HyoRi masih terus menemaninya. Air mata HyoRi iku mengalir.
@@@
HyoRi berjalan menuju tempat tinggalnya dengan gontai. Tak pernah ia melihat DongHae benar-benar sesedih ini. Handphone HyoRi berdering. Sebuah pesan dari Yesung.
"Tolong temui aku dipinggir danau" Isi pesannya. HyoRi segera pergi ketempat yang dimaksud. Danau yang pernah ia kunjungi bersama Yesung.
HyoRi sampai ditempat tujuannya. Yesung tengah berdiri dipinggir danau, persis seperti saat pertama kali ia pergi bersama. HyoRi manghanpirinya.
"Kenapa kau selalu menghndar dariku?? Dan kau juga belum menjawab perasaanku padamu... Apakah kau sedang mempermainkanku?? Apakah kau berusaha membuatku seperti orang bodoh??" Tuduh Yesung. HyoRi terkejut.
"Bukan maksudku untuk menghindar dari kakak~" HyoRi berusaha membela diri.
"Lalu??" Wajah Yesung terlihat sinis, membuat HyoRi tak sanggup untuk menatapnya.
"Kakak, ada wanita yang lebih baik dari aku.. Ada wanita yang lebih pantas mmencintai kakak dibanding aku.." Yesung tersenyum sinis.
"EunMi maksudmu??" HyoRi terkejut dengan pertanyaan Yesung. Ia merasa seperti sedang dihakimi.
"Kakak, Aku mohon tolong cintai EunMi sepenu hati kakak.. EunMi adalah wanita yang baik, dan dia mencintai kakak seoenuh hati.." Tiba-tiba Yesung menarik tangan HyoRi dan meletakkannya didada Yesung. HyoRi terkejut.
"Kaulah yang pertama mengisi hatiku.. Apakah aku bisa dengan cepat menggantinya?? Apakah semudah itu aku melupakanmu??" Suara Yesung bergetar. Kecewa, tergambar jelas dalam wajahnya. Air mata HyoRi menggenang. Tak tega rasanya melukai hati Yesung.
"Maafkan aku kak, Tapi... Aku tak mau mebuat kakak terluka lebih dalam lagi. Aku tak mau membohong kakak lebih banyak lagi.." Air mata HyoRi mengalir.
"Apa maksudmu?? Apakah kau..telah mencintai orang lain??" Tanya Yesung. HyoRi mengangguk perlahan. Hati yesung makin perih. Kekecewaannya makin terlihat jelas. HyoRi tak sanggup lagi menatap mata Yesung. Yesung melepas tangan HyoRi dari genggamannya.
"Aku benar-benar minta maaf, kak.." Yesung tak menjawab. Ia berbalik dan meninggalkan HyoRi yang masih terisak.
@@@
Yesng berjalan gontai. Ia terus berjalan tanpa tujuan yang pasti. EunMi melihat Yesung berjalan sendiri dan segera mendekatinya.
"Annyeong haseyo! Kak, kau mau kemana sendirian??" Tanya EunMi dengan nada ceria. Yesung menatapnya dengan pandangan sinis. EunMi terdiam. "Kak, ada apa denganmu?? Kau sepertinya sedang sedih.." EunMi berusaha terlihat seceria mungkin. Yesung terliihat kesal.
"Kalau kau tidak ada hal penting yang ingin dibicarakan, lebih baik kau menyingkir dari hadapanku.. Dan 1 lagi, Jangan ikut campur urusanku. Mengerti??!" Yesung berteriak dan membut EunMi terkejut. Ia berhenti berjalan dan memasang wajah emberut. Hatinya kesal karena Yesung tak bersikap manis seperti saat Yesung bersama HyoRi. Ia pergi sambil menghaentakkan kaki. Tak henti-hentinya ia menggerutu.
@@@
Pagi hari, EunMi berjalan menuju supermarket untuk membeli segala kebutuhannya. Ia masuk kedalam supermarket dan mengambil keranjang barang. Ia melewati tempat makanan instan dan mengambil beberapa barang. 'plugg' Sebuah makanan terjatuh dari tempatnya. EunMi yang melihatnya segera mengambilnya. Tiba-tiba tanpa sengaja ada sebuah tangan yang juga ingin mengabil makanan itu (tangan mereka bersentuhan). EunMi melihat kearah pemilik tangan dan terkejut.
"Kak Yesung??" Yesung tampak terkejut juga. Ia segera menarik tangannya dan mengalihkan pandangan. EunMi tersenum senang. "Kakak sedang berbelanja disini juga??" Tanya EunMi.
"Ya." Jawab Yesung acuh. EunMi cemberut, tetapi ia akan terus berusaha mengambil hati Yesung.
"Kakak sering kesini??" EunMi kembali bertanya. Yesung memandang EnMi. Aneh, bukan benci yang dirasakannya tetapi justru jantungnya berdegup saat memandang mata EunMi yang bulat. Yesuung segera tersadar dan melihat kearah lan.
"Ya." Yesung masiih acuh.
"Aku juga sering kesini, kenapa kita tidak pernah bertemu, ya??" EunMi berbicara dengan ceria. Yesung berjalan dengan cepat menuju kasir dan meninggalkan EunMi. EunMi masih terus berbicara dan tak sadar bahwa Yesung telah meninggalkan supermarket.
@@@
Aneh. Sangat aneh. Yesung berusaha menetralkan perasaannya. Tak mungkin ia menyukai EunMi. Tapi..saat menatap mata EunMi ia merasa ada rasa yang lainn. Yesung menggelengkan kepalanya. Berusaha membuang perasaannya yang aneh itu.
Tidak mungkin, Tidak mungkin, Tidak mungkin!!! Hatinya terus berteriak-teriak.
@@@
Perasaan itu masih menggelayut tak ma pergi dari hati Yesung. Padahal ia sudah berusaha membuangnya. Semakin sering ia bertemu EunMi, Semakin membesar perasaan itu. Semakin lama ia menatap mata EunMi semakin cepat debaran jantungnya. Ini benar-benar aneh.
Apakah ini cinta?? Apakah aku benar-benar mencintai EunMi?? Apakah hatiku benar-benar telah memilih EunMi?? Hati Yesung selalu bertanya-tanya.
@@@
EunMi berjalan tannpa tujuan. Ia sedih karena telah berkali-kali ia mencoba mendekati Yesung, Tetapi Yesung tetap bersiikap dingin padanya. Ia berjalan sambil menunduk dan menendang batu-bat kerikil yang ada didepan kakinya. Handphonenya berdering. Nomor yang tak dikenalnya.
"Pergilah ketaman, dan bersiaplah untuk terkejut" Pesan yang aneh. Tetapi entah kenapa ia merasa penasaran. Ia berjalan menuju taman. Sesampainya di taman ia benar-benar terkejut.
Yesung disana ditengah-tengah sekumpulan balon yang berwarna-warni.

EunMi tersenyum dan mendekat. Yesung tersenyum dan memberikan sebeah cincin cantik yang diikat dengan balon-balon. Yesung melepas ikatan dan memakaikan cincin pada jari EunMi yang lentik. Yesung tersenyum hangat. EunMi sangat bahagia hingga tak mampu menahan air mata harunya. Yesung memeluknya dan membisikkan kata-kata yang membuat EunMi sangat terharu.
"Do you wanna be my girl??" Yesung membisikkan dengan lembut. EunMi melepas pelukannya dan mengangguk. Air matanya mengalir karena terharu. Yesung kembali tersenyum dan menghapus air mata EunMi dengan tangannya.
"I do~" EunMi kembali memeluk Yesung. Yesung mengangkat EunMi dan memutarnya. EunMi berteriak. Mereka tertawa. Bahagia, bahagia sekali.
@@@
HyoRi sedang membersihkan rumahnya. Ia berusaha mengalihkan semua beban yang memberatkan hatinya dengan membersihkan semua barang yang ada dirumahnya. Tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu. HyoRi segera membuka pintu. Tak ada siapa-siapa disana, tetapi hanya ada secarik surat berwarna pink yang tergeletak didepan pintu rmahnya. HyoRi membuka amplop dan membaca isinya.
"Datanglah kelapangan basket, segera..." Setelah selesai membaca surat tersebut, HyoRi segera bergegas memakai jaket dan pergi menuju tempat yang dimaksud.
@@@
HyoRi tak melihat siapapun dilapangan basket. Ia duduk dibangku penonton. Tiba-tiba seseorang menutup matanya. Ia memegang tangan orang iuu dan melepaskan dari matanya. HyoRi terkejt.
"Kak DongHae..." DongHae hanya tersenyum. Tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah mawar dan berkata dengan lembut.
"Maukah kau menjadi sebagian jwa dan hidupku?? Maukah kau menjadi penyemangat saat ku terjatuh dan membuatku tersenyum saat Aku sedang sedih??"
HyoRi mengambil mawar ditangan DongHae dan mencium wangi bunga mawar itu. HyoRi tersenyum.
"Tidak~" Wajah DongHae berubah sedih. "Jika kakak tidak bisa menangkapku..." HyoRi segera berlari kearah lapangan. DongHae tersenyum dan segera mengejarnya. Mereka tertawa bahagia.
@@@





***The End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar