
@@@
Angkotnya berhenti agak lama. Tenang, bukan mogok kok melainkan menunggu penumpang yang mau naik. Ini supirnya sadar penumpang, kalau angkot yang kemarin gak sadar jadi supir jadi nyelonong aja kalau ada penumpang mau naik.
Dua orang berseragam putih abu-abu naik. Salah satunya duduk merapat padaku sedangkan yang lainnya duduk disamping pintu. Tempat duduk favorit, menurut penelitianku sih begitu. Karena, 9 dari 10 penumpang pasti kalau udah duduk disitu gak mau ngegeser kemana-mana lagi.
Kembali kecerita awal. Cowok disampingku benar-benar menyebalkan.Ya iyalah orang angkot masih luas begini ngempet-ngempet ke gue. Jangan-jangan nie orang mau....... Ssssstttt gak boleh berburuk sangka. Aku mencoel lengannya.
"Woi..woi bisa geseran gak? perasaan masih lega deh angkotnya.." Pintaku. Yang kucoel menoleh. Deegg! Seketika jantungku berdetak kencang. Yang pasti bukan karena ngeliat hantu (ya iyalah, masa siang-siang gini ada hantu!) ataupun sang sopirnya ngerem mendadak. Melainkan karena cowok yang disampingku~GANTENG GILAAA.... Ia tersenyum dan menggeser tempat duduknya. Ahh, senyumnya bikin Aku makin deg-degan aja:)
"Sorry ya~Queenzha"
Mataku membelalak dan spontan menyilangkan kedua tanganku didepan dada. Huh! cakep-cakep matanya jelalatan.
"Tolong ya yang sopan, gak usah baca-baca nama orang." Aku mencoel Ocha. "Cha, turun yuk.." Ocha meklihat keluar jendela.
"Oh ayo, loe yang kiriin ya."
Aku mengangguk. "Kiri bang!" Angkotnya masih berjalan. "Kiri bang!!" Teriakku.
"Bentar neng, kan angkotnya ngerem dulu.." Ujar sang sopir. Sontak semua penumpang-termasuk Ocha tertawa. Kurasa wajahku telah memerah karena malu.
Aku dan Ocha turun dari angkot dan membayar ongkos. Kami berjalan menuju rumah kami yang kebetulan bersebelahan.
@@@
Dah dulu yak ceritanya. waktunya dah abis, hehehe

