Yesungiie oppa!

Yesungiie oppa!

Kamis, 19 Agustus 2010

Super junior Chibi





LeeTeuk




HeeChul




Yesung




KangIn





ShinDong




SungMin



EunHyuk





DongHae

Rabu, 18 Agustus 2010

The One I Love Part VI (The last story)

@@@
Hati DongHae benar-benar hancur. Perusahaan Ayahnya yang selama ini dibangun Ayahnya dengan susah payah, dengan mudahnya bangkrut dan tak lama kemudian Ayahnya tersayang pergi untuk selama-lamanya. Hari ini adalah pemakaman Ayahnya. Tangisan ibunya membuat hatinya sangat sakit. Lebih sakit lagi karena ia pun kini telah meneteskan air mata.
Semua orang telah bubar. Kini hanya ada DongHae yang sedang menatap makam Ayanya dan HyoRi yang setia menemani dan memberikannya semangat. DongHae masih terus meratapi kepergian Ayahnya, Dan HyoRi masih terus menemaninya. Air mata HyoRi iku mengalir.
@@@
HyoRi berjalan menuju tempat tinggalnya dengan gontai. Tak pernah ia melihat DongHae benar-benar sesedih ini. Handphone HyoRi berdering. Sebuah pesan dari Yesung.
"Tolong temui aku dipinggir danau" Isi pesannya. HyoRi segera pergi ketempat yang dimaksud. Danau yang pernah ia kunjungi bersama Yesung.
HyoRi sampai ditempat tujuannya. Yesung tengah berdiri dipinggir danau, persis seperti saat pertama kali ia pergi bersama. HyoRi manghanpirinya.
"Kenapa kau selalu menghndar dariku?? Dan kau juga belum menjawab perasaanku padamu... Apakah kau sedang mempermainkanku?? Apakah kau berusaha membuatku seperti orang bodoh??" Tuduh Yesung. HyoRi terkejut.
"Bukan maksudku untuk menghindar dari kakak~" HyoRi berusaha membela diri.
"Lalu??" Wajah Yesung terlihat sinis, membuat HyoRi tak sanggup untuk menatapnya.
"Kakak, ada wanita yang lebih baik dari aku.. Ada wanita yang lebih pantas mmencintai kakak dibanding aku.." Yesung tersenyum sinis.
"EunMi maksudmu??" HyoRi terkejut dengan pertanyaan Yesung. Ia merasa seperti sedang dihakimi.
"Kakak, Aku mohon tolong cintai EunMi sepenu hati kakak.. EunMi adalah wanita yang baik, dan dia mencintai kakak seoenuh hati.." Tiba-tiba Yesung menarik tangan HyoRi dan meletakkannya didada Yesung. HyoRi terkejut.
"Kaulah yang pertama mengisi hatiku.. Apakah aku bisa dengan cepat menggantinya?? Apakah semudah itu aku melupakanmu??" Suara Yesung bergetar. Kecewa, tergambar jelas dalam wajahnya. Air mata HyoRi menggenang. Tak tega rasanya melukai hati Yesung.
"Maafkan aku kak, Tapi... Aku tak mau mebuat kakak terluka lebih dalam lagi. Aku tak mau membohong kakak lebih banyak lagi.." Air mata HyoRi mengalir.
"Apa maksudmu?? Apakah kau..telah mencintai orang lain??" Tanya Yesung. HyoRi mengangguk perlahan. Hati yesung makin perih. Kekecewaannya makin terlihat jelas. HyoRi tak sanggup lagi menatap mata Yesung. Yesung melepas tangan HyoRi dari genggamannya.
"Aku benar-benar minta maaf, kak.." Yesung tak menjawab. Ia berbalik dan meninggalkan HyoRi yang masih terisak.
@@@
Yesng berjalan gontai. Ia terus berjalan tanpa tujuan yang pasti. EunMi melihat Yesung berjalan sendiri dan segera mendekatinya.
"Annyeong haseyo! Kak, kau mau kemana sendirian??" Tanya EunMi dengan nada ceria. Yesung menatapnya dengan pandangan sinis. EunMi terdiam. "Kak, ada apa denganmu?? Kau sepertinya sedang sedih.." EunMi berusaha terlihat seceria mungkin. Yesung terliihat kesal.
"Kalau kau tidak ada hal penting yang ingin dibicarakan, lebih baik kau menyingkir dari hadapanku.. Dan 1 lagi, Jangan ikut campur urusanku. Mengerti??!" Yesung berteriak dan membut EunMi terkejut. Ia berhenti berjalan dan memasang wajah emberut. Hatinya kesal karena Yesung tak bersikap manis seperti saat Yesung bersama HyoRi. Ia pergi sambil menghaentakkan kaki. Tak henti-hentinya ia menggerutu.
@@@
Pagi hari, EunMi berjalan menuju supermarket untuk membeli segala kebutuhannya. Ia masuk kedalam supermarket dan mengambil keranjang barang. Ia melewati tempat makanan instan dan mengambil beberapa barang. 'plugg' Sebuah makanan terjatuh dari tempatnya. EunMi yang melihatnya segera mengambilnya. Tiba-tiba tanpa sengaja ada sebuah tangan yang juga ingin mengabil makanan itu (tangan mereka bersentuhan). EunMi melihat kearah pemilik tangan dan terkejut.
"Kak Yesung??" Yesung tampak terkejut juga. Ia segera menarik tangannya dan mengalihkan pandangan. EunMi tersenum senang. "Kakak sedang berbelanja disini juga??" Tanya EunMi.
"Ya." Jawab Yesung acuh. EunMi cemberut, tetapi ia akan terus berusaha mengambil hati Yesung.
"Kakak sering kesini??" EunMi kembali bertanya. Yesung memandang EnMi. Aneh, bukan benci yang dirasakannya tetapi justru jantungnya berdegup saat memandang mata EunMi yang bulat. Yesuung segera tersadar dan melihat kearah lan.
"Ya." Yesung masiih acuh.
"Aku juga sering kesini, kenapa kita tidak pernah bertemu, ya??" EunMi berbicara dengan ceria. Yesung berjalan dengan cepat menuju kasir dan meninggalkan EunMi. EunMi masih terus berbicara dan tak sadar bahwa Yesung telah meninggalkan supermarket.
@@@
Aneh. Sangat aneh. Yesung berusaha menetralkan perasaannya. Tak mungkin ia menyukai EunMi. Tapi..saat menatap mata EunMi ia merasa ada rasa yang lainn. Yesung menggelengkan kepalanya. Berusaha membuang perasaannya yang aneh itu.
Tidak mungkin, Tidak mungkin, Tidak mungkin!!! Hatinya terus berteriak-teriak.
@@@
Perasaan itu masih menggelayut tak ma pergi dari hati Yesung. Padahal ia sudah berusaha membuangnya. Semakin sering ia bertemu EunMi, Semakin membesar perasaan itu. Semakin lama ia menatap mata EunMi semakin cepat debaran jantungnya. Ini benar-benar aneh.
Apakah ini cinta?? Apakah aku benar-benar mencintai EunMi?? Apakah hatiku benar-benar telah memilih EunMi?? Hati Yesung selalu bertanya-tanya.
@@@
EunMi berjalan tannpa tujuan. Ia sedih karena telah berkali-kali ia mencoba mendekati Yesung, Tetapi Yesung tetap bersiikap dingin padanya. Ia berjalan sambil menunduk dan menendang batu-bat kerikil yang ada didepan kakinya. Handphonenya berdering. Nomor yang tak dikenalnya.
"Pergilah ketaman, dan bersiaplah untuk terkejut" Pesan yang aneh. Tetapi entah kenapa ia merasa penasaran. Ia berjalan menuju taman. Sesampainya di taman ia benar-benar terkejut.
Yesung disana ditengah-tengah sekumpulan balon yang berwarna-warni.

EunMi tersenyum dan mendekat. Yesung tersenyum dan memberikan sebeah cincin cantik yang diikat dengan balon-balon. Yesung melepas ikatan dan memakaikan cincin pada jari EunMi yang lentik. Yesung tersenyum hangat. EunMi sangat bahagia hingga tak mampu menahan air mata harunya. Yesung memeluknya dan membisikkan kata-kata yang membuat EunMi sangat terharu.
"Do you wanna be my girl??" Yesung membisikkan dengan lembut. EunMi melepas pelukannya dan mengangguk. Air matanya mengalir karena terharu. Yesung kembali tersenyum dan menghapus air mata EunMi dengan tangannya.
"I do~" EunMi kembali memeluk Yesung. Yesung mengangkat EunMi dan memutarnya. EunMi berteriak. Mereka tertawa. Bahagia, bahagia sekali.
@@@
HyoRi sedang membersihkan rumahnya. Ia berusaha mengalihkan semua beban yang memberatkan hatinya dengan membersihkan semua barang yang ada dirumahnya. Tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu. HyoRi segera membuka pintu. Tak ada siapa-siapa disana, tetapi hanya ada secarik surat berwarna pink yang tergeletak didepan pintu rmahnya. HyoRi membuka amplop dan membaca isinya.
"Datanglah kelapangan basket, segera..." Setelah selesai membaca surat tersebut, HyoRi segera bergegas memakai jaket dan pergi menuju tempat yang dimaksud.
@@@
HyoRi tak melihat siapapun dilapangan basket. Ia duduk dibangku penonton. Tiba-tiba seseorang menutup matanya. Ia memegang tangan orang iuu dan melepaskan dari matanya. HyoRi terkejt.
"Kak DongHae..." DongHae hanya tersenyum. Tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah mawar dan berkata dengan lembut.
"Maukah kau menjadi sebagian jwa dan hidupku?? Maukah kau menjadi penyemangat saat ku terjatuh dan membuatku tersenyum saat Aku sedang sedih??"
HyoRi mengambil mawar ditangan DongHae dan mencium wangi bunga mawar itu. HyoRi tersenyum.
"Tidak~" Wajah DongHae berubah sedih. "Jika kakak tidak bisa menangkapku..." HyoRi segera berlari kearah lapangan. DongHae tersenyum dan segera mengejarnya. Mereka tertawa bahagia.
@@@





***The End***

Selasa, 17 Agustus 2010

The One I Love Part V

@@@
HyoRi masih gamang. Ia ingin membantu EunMi, sahabatnya tercinta. Tetapi disisi lain ia tak ingin melepas Yesung. Apakah aku harus melepas Yesung?? Apakah aku harus melepas Yesung demi EunMi-sahabatku?? Apakah aku harus melakukannya?? Batinnya terus bertanya-tanya. EunMi masih menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut HyoRi, Tetapi tampaknya EunMi sudah tak sabar menunggu. EunMi memeluk HyoRi dan menangis dalam pelukannya HyoRi.
"Aku tahu kau adalah sahabatku terbaikku.. Dan aku ingin kau mengerti, Kak Yesung adalah cinta pertama bagiku dan aku yakin kau juga mengerti betapa aku tak mau kehilangan cinta pertamaku..." HyoRi makin tak enak hati. EunMi memohon disela-sela isakannya. Air matanya HyoRi mulai menggenang. Bingung, melepas cinta demi sahabat atau melepas sahabat demi cinta.
"EunMi, sepertinya aku~" HyoRi masih terlihat bingung. EunMi masih menangis, bahkan isakannya makin keras. HyoRi makin bingung. Tak sampai hati ia melukai sahabatnya yang selalu membantunya kala ia mendapat kesulitan.
"Aku mohon..." EunMi memohon. HyoRi menyerah. Ia tak akan melukai sahabatnya sendiri. Air matanya mengalir membasahi pipinya yang mulai memerah karena cuaca dingin. Ia memeluk EunMi erat.
"Baiklah aku akan melepaskannya untukmu, Aku melepaskannya karena kau sahabatku.." Air mata HyoRi mengalir makin deras. EunMi berhenti menangis, tetapi isakannya masih terdengar. EunMi melepas pelukkannya dan memandang HyoRi dengan mata berbinar.
"Benarkah??" HyoRi menangguk untuk meyakinkannya. EunMi kembali memeluknya dengan senyum ceria. Dibalik punggung EunMi, HyoRi menangis tak bersuara.
@@@
HyoRi sedih. Disekolah, setiap kali ia melihat DongHae, ia menghindar. Dan tiap kali Yesung mendekat, ia menjauh. Walaupun sebenarnya ia ingin sekali berbicara dengan DongHae ataupun tertawa dengan Yesung.
"Annyeong!" Sapa Ryeowook. HyoRi tak membalas sapaannya. "Ada apa denganmu?" Tanya Ryeowook.
HyoRi menggeleng. "Ryeowook-ah, Bolehkah aku bertanya sesuatu??" Tanya HyoRi. Ryeowook duduk mendekat dengan wajah serius.
"Tanyakanlah.. kau mau tanya apa memangnya??" Wajah Ryeowook sangat serius.
"Sekarang tanggal berapa??" Seketika wajah Ryeowook berubah menjadi kecewa. Ia mendengus kesal karena mengira HyoRi akan menanyakan hal yang serius padanya.
"20 Agustus" Jawab Ryeowook dengan nada kesal. HyoRi terdiam. Kesedihan, tergambar jelas dalam wajahnya. "HyoRi, Kau kenapa?" Tanya Ryeowook khawatir. HyoRi tak menjawab. Ia menunduk. Ryeowook tak mengetahui bahwa HyoRi sedang menangis. Isakannya lembut, lembut sekali hingga Ryeowook tak dapat mendengarnya.
@@@
Pulang sekolah, HyoRi tak langsung pulang kerumahnya. Ia pergi kesuatu tempat. Tempat dimana ia bisa meluapkan segala sesuatu yang selama ini mengganjal hatinya.
Ia sampai ditempat tujuannya. Danau, Danau yang sepi. HyoRi berjalan kepinggir danau. Air matanya mengalir lagi. Ia ingat hari ini adalah hari ulang tahun Eomma-nya.
"Eomma, appa, aku telah kehilangan semua orang yang aku cintai..." HyoRi terisak. "Aku kehilangan eomma dan appa, lalu aku kehilangan cinta pertamaku, Kak DongHae, kini aku juga kehilangan penyemangat hidupku, Kak Yesung..." Isakannya makin keras. Air matanya terus mengalir dengan deras. "Apakah aku akan terus kehilangan orang-orang yang kucintai??"
Tiba-tiba hujan membasahi seluruh danau. HyoRi tak bergeming. Ia membiarkan hujan membasahi dirinya, membiarkan rasa panas dihatinya disiram oleh air hujan. Hujan makin deras. HyoRi tak juga berteduh. Ia masih berdiri dipinggir danau. Ia masih menangis sampai ia benar-benar merasa beban yang ada dihatinya hilang. Tiba-tiba seseorang memayunginya. Ia menoleh. DongHae berdiri membierkannya tersiram hujan agar dapat melindungi HyoRi dari hujan. HyoRi terdiam. Matanya memandang DongHae lekat. Tiba-tiba...
Brugggg~HyoRi tak sadarkan diri dipangkuan DongHae.
@@@
HyoRi tengah berbaring disebuah kamar. Ia masih belum sadarkan diri. Disana telah berdiri DongHae dan eomma-nya.
"Eomma, aku mencintai dia bukan SeoNa.." Ungkap DongHae sambil memandang HyoRi. DongHae eomma tersenyum sambil membelai rambut HyoRi.
"Aku tahu..."
"Kalau eomma tahu, eomma bisa membatalkan pertunanganku dengan SeoNa, kan?" DongHae eomma kembali tersenyum lembut. Tangannya masih membelai HyoRi.
"Apakah aku punya kuasa untuk membatalkan pertunanganmu? Keluarga kita sudah banyak berhutang dengan keluarganya, Jika tidak dengan pertunangan ini dengan apa kita akan membayar hutang budi kita kepada keluarga SeoNa?? Jika tidak dengan pertunangan ini, Kau pasti tahu apa yang akan terjadi pada perusahaan Ayahmu dan pada kondisi Ayahmu sendiri??" Jelas DongHae eomma. Air matanya menggenang. Begitu pula dengan DongHae. Perih rasanya mencintai orang yang tidak ia cintai.
"Tapi kita bisa kan membayarnya dengan yang lain, Uang atau sabagian saham perusahaan, bisa, kan??!" DongHae mencoba mempertahankan keinginannya. DongHae eomma memandang anaknya lekat.
"Dengan pertunanganmu saja Ayahmu belum juga pulih, nak.." Ujar DongHae eomma lirih. Air matanya akhirnya membasahi pipinya. DongHae terduduk lesu. Ia menyembunyikan wajahnya diatas kedua lututnya. Ia menangis, Menangis untuk cintanya, Menangis untuk Ayahnya, Dan menangis untuk penyesalannya sendiri.
@@@
HyoRi telah siuman. DongHae telah berada disampingnya. Setelah merapikan diri dan makan siang, Mereka bergegas pergi ke Rumah sakit. Tempat Ayah DongHae dirawat.
Mereka sampai diruangan ICU. Ayah DongHae masih terbujur lemas. Matanya tak kunjung terbuka sejak 5bulan yang lalu.
DongHae mendekati tempat Ayahnya berbaring. Ia mencium tangannya dan mulai menangis. HyoRi sedih melihat DongHae menangis. Tak ada yang dapat dilakukannya selain memeluknya dan memberikannya semangat. Mereka larut dalam tangisannya.
@@@
Mereka kembali kerumah DongHae. DongHae eomma meminta agar HyoRi menginap dirumahnya. HyoRi tak kuasa menolak. Hari ini ia menginap dirumah DongHae.
Saat makan malam. Mereka beranjak keruang makan untuk makan malam. HyoRi berjalan dengan canggung. Ia melihat seorang laki-laki yang terlihat akrab dengan DongHae. Ia penasaran.
"Kau Lee HyoRi??" Ujar laki-laki itu membuka pembicaraan.
"N~Ne.." HyoRi menangguk.
"HyoRi ini adalah kakakku, Leeteuk Hyung." DongHae memperkenalkan kakaknya. Leeteuk tersenyum sambil mengulurkan tangan. HyoRi menjabat tangan Leeteuk. HyoRi bingung karena Leeteuk tak juga melepas jabatan tangannya. DongHae menatap kakaknya tajam. Leeteuk hanya tertawa kecil.
"Tanganmu halus, wajahmu juga cantik.. Tak salah adikku menyukaimu.." Ujar Leeteuk. DongHae langsung menghadiahi tatapan tajam padanya. Leeteuk hanya mengelus unggung adiknya sambil tersenyum menggoda. HyoRi hanya tersenyum melihatnya.
Pagi harinya, HyoRi dan DongHae pergi kesekolah bersama. Tanpa sepengetahuan mereka, Seseorang dari kejauhan melihat mereka. Wajahnya memerah dan rahangnya mengeras karena menahan amarah.
@@@
SeoNa menghampiri DongHae dengan langkah geram.
"Apa kau ini tak tahu diri?? Kau ini tunanganku, kenapa kau masih saja mendekati cewek tidak tahu malu itu, hah?!" SeoNa berteriak. DongHae merasa tersinggung dengan oerkataan SeoNa.
"Kau sendiri, Apa kau tidak tahu diri?? Aku bukan tunanganmu, dan aku tidak mencintaimu.. Jangan hanya karena Orangtuamu menolong keluargaku, kau menganggap kita telah bertunangan. Kau ingat baik-baik kata-kata ini 'KITA TIDAK PERNAH BERTUNANGAN DAN AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU!!!' ingat itu!" DongHae balas berteriak. SeoNa terkejut. Sekarang semua orang melihat mereka.
"Kau lihat saja balasan dari kata-katamu nanti, aku akan~"
"Aku tidak peduli..." Potong DongHae. DongHea berbalik dan meninggalkan SeoNa yang tak berkutik.
@@@
Pulang sekolah, DongHae dan HyoRi kembali mengunjungi Ayah DongHae dirumah sakit. Mereka sampai didepan rumah sakit.
"Kak, aku kebelakang dulu ya?" HyoRi meminta izin. DongHae tersenyum melihat kaki HyoRi yang terus bergerak karena ingin buang air kecil.
"Ya sudah, tapi aku langsung keruang Ayah dirawat. Nanti kau langsung kesana ya?" HoRi mengangguk dan langsung berlari mencari kamar kecil.
DongHae berjalan menuju ruang rawat Ayahnya. Ia terkejut karena pintu ruangan terbuka sedikit. Ia berjalan pelan dan perlahan masuk. Ia terkejut dengan apa yang ia saksikan didepan matanya. SeoNa sedang mencoba melukai Ayahnya.
"SEONA!!! Apa yang kau lakukan??" DongHae spontan berteriak. SeoNa terkejut.
"Bukankah aku sudah memperingatkanmu? tapi kau tak memperdulikannya.. Dan kau akan merasakan balasannya.." DongHae terlihat geram. SeoNa hanya tersenyum mengejek.
"Apakah kau juga yang membunuh orang tua HyoRi??" Tanya DongHae dengan perasaan geram. SeoNa tertawa.
"Tentu saja.. Kau tidak tahu?? Kan dari awal kau sudah kuperingati.. Kenapa kau tak juga nmenjauhi gadis itu? Hmm?" SeoNa kembali tertawa. DongHae makin geram.
"Kau ini wanita licik~" Tiba-tiba tanpa sepengetahuan mereka HyoRi telah berdiri disana dengan berlinangan air mata. DongHae dan SeoNa terkejut.
"Kak SeoNa.. Kau yang membunuh~" HyoRi berlari keluar ruangan dengan air matanya yang masih berjatuhan. DongHae bergegas mengejarnya tetapi SeoNa menahannya.
"Jangan mengejarnya, kalau kau~" 'Paaaaak' DongHae menampar SeoNa. SeoNa terkejut dan tanpa sadar melepaskan tangannya dari lengan DongHae. DongHae bergegas mengejar HyoRi.
@@@

Wait for The One I Love Part VI The last of story...

Jumat, 13 Agustus 2010

The One I Love Part IV

@@@
HyoRi terkejut. Selama bersama Yesung, ia memang merasa nyaman. Tapi ia tak yakin bahwa yang ia rasakan adalah cinta.
"hmmm.. bagaimana??" Tanya Yesung. Pandangannya penuh harapan.
"Aku butuh waktu untuk menjawab" Yesung mengangguk tanda setuju. Tetapi wajahnya tampak kurang puas degan jawaban HyoRi.
"baiklah.. biar kuantar kau pulang.."
Mereka pulang bersama. Suasana dimobil senyap. HyoRi merasa canggung untuk berbicara. Sedangkan Yesung sibuk dengan menduga-duga apakah HyoRi mencintainya atau tidak.
Mereka sampai didepan tempat tingga HyoRi.
"Terima kasih sudah mengantarku pulang.." HyoRi tersenyum. Yesung membalas senyumannya.
"Sama-sama, istirahatlah..." Yesung masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya.
"Selamat jalan.." HyoRi melambaikan tangannya. Perlahan mobil Yesung telah hilang dari pandangannya.
Sepasang mata sejak tadi mengawasi HyoRi dan Yesung. EunMi-sahabat HyoRi-tanpa sengaja melihat mereka berdua. Hatinya bertanya-tanya. 'siapakah laki-laki itu?' batinnya kembali bertanya.
@@@
1 minggu, HyoRi selalu diantar pulang oleh Yesung. 1 minggu pula EunMi selalu melihat ketika HyoRi diantar pulang oleh Yesung-Laki-laki yag belum dikenalinya. HyoRi merasa hubungannya dengan Yesung makin dekat. Dan ia merasa sudah saatnya ia melupakan DongHae dan mulai mencoba mencintai Yesung sepenuh hati.
Sepulang kerja, HyoRi merebahkan badannya dilantai melepaska rasa penatnya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Ia membuka pintu. EunMi telah berdiri disana. HyoRi mempersilahkan masuk sahabat tersayangnya itu.
"Aku lihat tadi kau diantar oleh seorang laki-laki. Hmm.. Bolehkah aku tahu dia itu siapa?" Tanya EunMi dengan hati-hati. HyoRi tersenyum.
"Dia adalah seniorku disekolah, memangnya ada apa?" EunMi menggeleng.
"Apakah dia dekat sekali denganmu? Hmm..Apakah kalian ada hubungan??" EunMi kembali bertanya.
"Ya begitulah, tapi kami hanya berteman.. memangnya ada apa sih? Kau kenal dengannya??" EunMi hanya menggeleng.
@@@
Bel pertanda pulang sekolah telah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar, tak terkecuali HyoRi dan Ryeowook.
"Hey, kulihat kau dan Yesung sunbae sering pulang bersama, apakah kalian berpacaran?" Tanya Ryeowook penasaran.
"Hmmm.. tidak."
"Tapi sepertinya kalian sangat dekat.."
"Lalu?" Ryeowook tampak kesal karena HyoRi tak menanggapi omongannya. Tiba-tiba Yesung menghampiri mereka berdua.
"Hai.. hmm HyoRi apakah kau ada acara setelah ini?" Tanya Yesung. Ryeowook menyela pembicaraan.
"Ya, dia akan menemaniku-Awww~" Belum selesai Ryeowook berbicara, HyoRi menginjak kaki Ryeowook. Yesung hanya menatap mereka bingung.
"Tidak~tidak ada, memangnya ada apa ya kak?" HyoRi balik bertanya. Ryeowook mencibir. HyoRi memberikannya pandangan tajam. Ryeowook menunduk. Yesung melihatnya hanya dapat tersenyum.
"kau mau antar aku ketoko buku tidak? aku mau membeli sebuah buku.." HyoRi mengangguk sambil tersenyum. Yesung tersenyum, sedangkan Ryeowook mendengus kesal. "Ayoo.." Ajak Yesung. HyoRi mengikuti. Mereka berjalan meninggalkan Ryeowook yang masih kesal.
"Tunggu~ HyoRi.. bukankah kau akan pulang bersamaku.......!" Teriak Ryeowook. HyoRi menoleh dan memberikan tatapan mengancam pada Ryeowook. Ryeowook kembali terdiam.
@@@
"Kakak memangnya mau beli buku apa?" Tanya HyoRi.
"Entah.." Jawab Yesung singkat. HyoRi cemberut.
"Mau ketoko buku tetapi tidak tahu apa yang mau dibeli.. kakak ini aneh sekali" HyoRi menggerutu. Yesung hanya tertawa kecil.
HyoRi melihat dua orang yang tak asing baginya. Ia mendekat dan mengamati dua orang itu. Ia terkejut.
"EunMi.. KyuHyun...!" Sapa HyoRi. EunMi dan KyuHyun menoleh keasal suara. Mereka tampak terkejut juga.
"HyoRi, apa yang kau lakuka disini?" Tanya KyuHyun. EunMi terdiam sambil mengamati laki-laki yang berdiri disamping HyoRi.
"Aku disini mengantar~ Oh ya kenalkan ini seniorku, Kak Yesung.." HyoRi memperkenelkan Yesung pada sahabatnya. Yesung mengulurkan tangannya. EunMi dan KyuHyun menjabat tangan Yesung.
"EunMi.."
"KyuHyun.."
Yesung tersenyum. Mereka mengangguk tanda hormat.
"Aku bayar buku ini dulu, kau tunggu disini." HyoRi mengangguk. Yesung berjalan kearah kasir. EunMi masih mengamati.
"Hmmm..HyoRi apa orang itu seniormu yang pernah kau ceritakan itu?" Tanya EunMi. HyoRi mengangguk.
"Ya.."
"Ooooh~"
Yesung kembali menghampiri mereka. Yesung dan HyoRi pamit pada mereka.
@@@
Dirumah, HyoRi sedang melamun. 'sepertinya aku akan menjawab perasaan Kak Yesung besok. Aku akan bilang ya..' Batin HyoRi. Bibirnya tak henti-henti tersenyum. Handphonenya berdering. sebuah SMS dari EunMi.
"Bisakah kau temui aku ditaman? aku mohon.." Isi dari pesan tersebut. HyoRi memakai jaketnya dan bergegas menuju taman.
Ditaman, EunMi duduk dibangku taman yang berada tepat dibawah pohon yang rindang.
"Oh~Beruntung kau datang.. Aku ingin minta bantuanmu.." EunMi langsung memeluk HyoRi.
"Aku pasti akan membantumu, katakanlah apa yang bisa kubantu?" HyoRi melepaskan pelukannya.
"Benar kau mau membantuku? Jika harus mengorbankan sesuatu apakah kau akan mengorbankannya untukku?" EunMi bertanya dengan muka memelas. HyoRi mengangguk pasti.
"Katakanlah.. aku akan membantumu sekuat tenagaku.."
"Maukah kau mengorbankan Kak Yesung untukku?"
HyoRi terkejut. Tapi, ia telah terlanjur berjanji pada EunMi. Mengorbankan kak Yesung, Orang yang baru saja ingin ia cintai sepenuh hati??
HyoRi tak bergeming. Janjinya telah terucap. Tapi apakah HyoRi sanggup mengorbankan Yesung untuk sahabatnya, EunMi??
@@@

Wait for "The One I Love Part V" :)

Sabtu, 07 Agustus 2010

The One I Love Part III

@@@
"Aku pulang!!!" HyoRi teriak seperti biasanya. Tetapi hari ini orang tuanya terlihat sedih. HyoRi menghampiri orangtuanya.
"Ada apa eomma?" Tanya HyoRi. HyoRi eomma menggeleng. Sedangkan HyoRi appa hanya terdiam dan tertunduk. HyoRi eomma tersenyum walaupun senyumnya terlihat memaksa.
"Tidak apa-apa, Bagaimana sekolahmu?? kelihatannya kau sedang senang.." HyoRi eomma berusaha menghilangkan rasa khawatir anak perempuannya itu. HyoRi tersenyum lega dan memeluk eommanya.
"Aku memang sedang senang sekali, eomma..." Ucap HyoRi riang. HyoRi melepaskan pelukannya.
"Tunggu sebentar, Apakah anakku sedang jatuh cinta?" Tanya HyoRi eomma menggoda. HyoRi mengangguk penuh semangat.
"Laki-laki seperti apa? apakah dia tampan?" HyoRi eomma kiembali menggodanya. HyoRi tersenyum dan bersandar pada bahu eommanya.
"Mungkin~"
"Bawalah ia kesini, eomma ingin lihat laki-laki yang ditaksir oleh anakku.." Potong HyoRi eomma. "Kau mandi sana kita makan malam" Lanjut HyoRi eomma. HyoRi menurut. ia masuk kedalam kamar. HyoRi eomma memandang punggung anaknya. HyoRi appa masih tertunduk. Tak sampai hati mereka menceritakan masalah ini pada anak mereka. HyoRi appa dipecat dari pekerjaannya yang sudah lama dikerjakannya. Mereka memilih merahasiakannya dibanding melihat kesedihan diwajah HyoRi-anak yang sangat mereka sayangi.
@@@
Pagi hari. HyoRi kembali berangkat kesekolah. HyoRi berjalan sambil bersenandung. Tiba-tiba ia mendengar seseorang berteriak-teriak dikoridor. HyoRi diam tak bergeming.
"Kanapa kamu mendekati dia??? apa sih mau kamu??" teriak wanita itu. Tampaknya mereka sedang bertengkar.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa mau kamu?!! Aku punya hak untuk mencintai seseorang, dan kamu tidak ada hak untuk melarang aku mencintai HyoRi!!!" Laki-laki itu balas berteriak. HyoRi terkejut karena namanya disebut-sebut dalam pertengkaran itu. HyoRi mengintip. Matanya terbelalak ketika melihat kedua orang yang sedang bertengkar tersebut. DongHae dan SeoNa.
"Kamu jangan pura-pura bodoh, DongHae. Aku ini tunangan kamu.. Kamu ini~"
"Sejak kapan kita tunangan dengan kamu?! aku tidak pernah merasa telah tunangan dengan kamu..!!" Min SeoNa terkejut dengan jawaban DongHae. Kemarahannya memuncak.
"Kamu jangan bodoh DongHae. Kau tahu kan nasib keluargamu ada ditanganku!! Jangan sekali-kali kau~" Tiba-tiba 'paaaaaak'. DongHae menampar SeoNa. SeoNa terkejut. Tampaknya DongHae pun tak percaya apa yang telah ia lakukan. Air mata SeoNa menetes. SeoNa melangkah pergi dengan langkah geram meninggalkan DongHae yang masih terdiam.
@@@
HyoRi berjalan menuju taman belakang sekolah. Ia masi memikirkan apa yang ia dengar dikoridor tadi. Cuaca hari ini dingin. setiap angin yang berhembus membuat bulu kuduknya berdiri. HyoRi tertunduk. Ia mengusap tangannya untuk membuatnya hangat. Tiba-tiba seseorang menyodorkan minuman hangat. HyoRi menolah keorang itu. Wajah asing berseragam sama dengannya. Laki-laki dengan senyum yang mencairkan suasana. Hyori mengambil minuman dari orang itu dan tersenyum.
" Gamsahamnida.." HyoRi mengucapkan terima lasih. Orang itu tersenyum dan memandang HyoRi.
"Apakah kau Lee HyoRi?" Tanya orang itu. HyoRi terkejut. Darimana orang itu tahu namanya.
"Ne, Darimana kau tahu namaku?" HyoRi balik bertanya. Orang itu kembali tersenyum.
"Dari teman-temanku, Aku Yesung.." Orang itu mengulurkan tangannya. HyoRi menjabat tangannya yang hangat. Yesung kembali tersenyum. Senyum yang hangat.
"Kau sering kesini?" Tanya Yesung mencairkan suasana. HyoRi mengangguk sambil menggosok-gosok kedua tangannya. Yesung melihatnya dan melepaskan jaketnya, Lalu memakaikannya pada HyoRi. HyoRi terkejut dan memandang Yesung. Yang dipandang hanya tersenyum. "Ini bisa membuatmu hangat.."
"Gamsahamnida.. Kau baik sekali.." Puji HyoRi. Yesung tertawa kecil. HyoRi ikut tertawa. Ia senang bertemu Yesung. Yesung pun begitu.
@@@
HyoRi pulang. Tetapi entah kenapa rumahnya disesaki oleh banyak orang. Mobil Ambulance terparkir disana. Jantung HyoRi berdegup kencang. Firasat buruk merayapi fikirannya. Ia menerobos masuk dari kerumunan orang-orang. Tiba-tiba wajahnya sedih. air matanya menggenang dimatanya. Firasat buruk itu benar.
Dua mayat bersimbah darah didepannya. Pucat dan tak berdaya. Dua mayat itu adalah eomma dan appanya. Tangisnya tak terbendung lagi. Ia langsung menghampiri dan memeluk mayat kedua orang tuanya. HyoRi menangis meraung-raung. EunMi dan KyuHyun-sahabat HyoRi-datang dan menenangkannya. HyoRi masih menangis. Dan terus menangis.
@@@
"Ini bukan kasus bunuh diri, pak!" Sanggah HyoRi. Ia melapor kekantor polisi karena ia yakin orang tuanya telah dibunuh. EunMi dan KyuHyun menemaninya.
Pak polisi menggeleng. "Ini bukan kasus pembunuhan, karena tidak ada tanda-tanda orang lain masuk kedelam rumah orang tua Anda. Lagipula, alat yang digunakan untuk membunuh tidak terdapat sidik jari orang lain melainkan sidik jari ayah anda sendiri. Jadi, Kami menyimpulkan kasus ini selesai karena tersangka telah tewas." Polisi setengah baya itu menjelaskan. HyoRi pasrah. EunMi dan KyuHyun menenangkannya. Mereka melangkah keluar dari kantor polisi dan menuju bjalan raya.
"Aku harus tinggal dimana..?" HyoRi tertunduk. EunMi mengusap punggung HyoRi dan memberinya semangat. Setelah Orang tua HyoRi meninggal, Rumah HyoRi diambil oleh Debt Collector karena appanya mempunyai hutang yang belum terlunasi.
"Tenang saja HyoRi, Kami akan membantumu mencari tempat tinggal yang nyaman. Untuk sementara kau tinggallah saja dirumahku terlebih dahulu." Tawar EunMi. KyuHyun mengangguk setuju. HyoRi tak menolak. Mereka beranjak menuju rumah EunMi.
@@@

1minggu HyoRi tinggal dirumah EunMi. Kini ia telah menemukan tempat tinggal yang nyaman dan cocok untuknya. Ia senang dan mulai merapihkan tempat tinggal barunya yang hanya sepetak. EunMi dan KyuHyun membantu merapikan. Ia senang memiliki sahabat yang selalu ada untuknya walaupun ia sedang dalam masalah sekalipun. Ia memandang kedua sahabatnya yang tampaknya kelelahan karena telah membantunya memindahkan barang-barang yang berat. HyoRi membuat mie ramen. Setelah kostan HyoRi rapih, mereka makan mie ramen bersama-sama.
@@@
HyoRi kembali berangkat kesekolah. Ia tak tampak riang seperti biasanya. Senandungnya tak terdengar dari mulutnya. sepanjang jalan ia hanya tertunduk dan menendang sesuatu yang ada didepan kakinya.
Ia berjalan menuju taman belakang sekolah. Tempat kesukaannya. tempat ia menyendiri jika ada masalah. Ia duduk memandang daun-daun yang berjatuhan. Kering dan layu. Apakah aku seperti daun-daun itu?? Batinnya bertanya-tanya. Tiba-tiba sebuah minuman hangat berada didepannya. Ia menoleh kearah orang yang memberikan minuman tersebut. Yesung-masih-dengan senyum hangatnya. HyoRi tersenyum, tetapi senyumnya tak mampu selebar saat pertama ia bertemu Yesung.
"Ada apa denganmu?" tanya Yesung. HyoRi menunduk memandang minuman kaleng didepannya.
" Tidak ada apa-apa.." Jawab HyoRi berbohong. Yesung menangkap kobohongan diwajah HyoRi. Yesung memandang HyoRi tak percaya. "Aku tidak apa-apa kok.." HyoRi berusaha meyakinkan.
Yesung masih memandang.
"Sumpah aku tidak apa-apa" HyoRi mencoba tersenyum riang.
Yesung masih memandang.
Senyum HyoRi sedikit memudar.
Yesung tetap memandang.
Senyum HyoRi hilang.
Yesung masih terus memandang.
Ok! HyoRi menyerah dan menceritakan pada Yesung. Yesung tersenyum puas.
HyoRi menarik nafas. "Orang tuaku meninggal 2 minggu yang lalu, aku harus bekerja untuk mendapatkan uang. Tapi aku belum mendapatkan pekerjaan." HyoRi melihat reaksi Yesung. Yesung sedang memikirkan sesuatu. HyoRi menunggu.
"Kau mau kerja?" Tanya Yesung.
"Tentu saja."
"Baiklah kau diterima.." Yesung sukses membuat HyoRi melongo. Ia belum mengerti apa yang dikatakan Yesung tadi.
"Kau bisa mulai bekerja besok. tapi maaf kalau hanya seorang cleaning service.." HyoRi baru mengerti. Ia sangat senang. Tanpa sadar ia memeluk Yesung. HyoRi melepas pelukannya dan tersipu. Sedangkan Yesung hanya tersenyum.
@@@
Hari pertama kerja. Ia membersihkan lantai. Hatinya gembira karena akhirnya ia bisa mendapatkan uang. Ia bahkan mencuci piring sambil bersenandung saking senangnya, Teatapi ia terkena teguran dari manager restoran tersebut.
"Kalau cuci piring jangan sambil bernyanyi, kalau kau mau menjadi penyanyi jangan bekerja disini." Bentak manager. HyoRi menurut.
Yesung mengawasinya dari kejauhan. Ia senang melihat HyoRi tersenyum karenanya.
Waktu kerja selesai. HyoRi bergegas pulang. Tiba-tiba Yesung menghampirinya.
"Kau ada acara setelah ini?" Tanya Yesung.
"tidak."
"Ikut aku.."
"Kemana?" Yesung tidak menjawab. Ia menarik HyoRi maqsuk kedalam mobilnya.
Mereka sampai disebuah tepi danau.
Mereka berdiri di tepi danau sambil menikmati senja. Tiba-tiba Yesung membisikkan sesuatu.
"Saranghae.." Bisik Yesung. Wajah HyoRi memerah. "Tatap mataku, a[pakah kau juga mencintaiku?" Tanya Yesung dengan suara yang lembut bagai angin berhembus yang menyejukkan hati HyoRi. HyoRi tak bergeming. Ia masih memandang Yesung. Tiba-tiba wajah Yesung mendekat dan semakin mendekat. Senja menyaksikan kisah cinta mereka. Tetapi apakah HyoRi mencintai Yesung??
@@@

Wait for "The One I Love Part VI" : )

Senin, 02 Agustus 2010

The One I Love PartII

@@@
Min SeoNa disana. Wajahnya memerah karena marah melihat orang orang yang dicintainya mendekati wanita lain. Min SeoNa masih disana sampai 2 orang yang dilhatnya menghilang dari pandangan.
@@@
Suasana dimobil sunyi. HyoRi dan DongHae sibuk dengan fikiran mereka masing-masing. Sesekali mereka saling bertatapan, tetapi tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka. Hanya senyum yang tersungging dari bibir mereka.
"Berhenti disni aja kak." HyoRi mamberi isyarat. DongHae menurut dan meminggirkan mobilnya ketepi.
"Rumanmu disini?" Tanya DongHae. HyoRi menggeleng.
"Lalu kenapa berhenti dsini?" Tanya DongHae lagi.
"Kakak cukup antar aku sampa sini saja" HyoRi tersenyum. DongHae membalas.
"Gomaweo.." Ungkap DongHae.
"Seharusnya aku yang berterima kasih pada kakak, Gomawoeyo.." Hyori kembali tersenyum dan menunduk hormat.
"Hati-hati dijalan.." DogHae mengangguk dan masuk kedalam mobilnya. Suara mobilnya memecah keheningan malam itu. HyoRi melambaikan tangan hingga mobil DongHae hilang dari pandangannya.
HyoRi berjalan menuju rumahnya. Senyumnya masih merekah. Entah kenapa ia senang sekali diantar pulang oleh DongHae.
"Aku pulang...!" Teriaknya saat masuk kedalam rumah. Ia melepas sepatu dan masuk kekamarnya.
@@@
Kembali masuk kesekolah. Hari ini HyoRi tampak senang. Ia tak henti-hentinya tersenyum pada orang-orang yang dilaluinya. HyoRi berjalan menuju lokernya. Tiba-tiba seorang wanita mendekatinya dan menyentuh bahunya. HyoRi tersentak dan menoleh.
"Kamu Lee HyoRi?" Tanya Orang itu. HyoRi mengangguk.
"N~Ne.. Ada apa?" Tanyanya hati-hati.
"Apakan kau tahi siapa aku?" Tanya orang itu. HyoRi menggeleng. Oang itu tersenyum, lalu mengulurkan tangannya.
"Hai! aku Min SeoNa, Tunangannya DongHae.." Ujarnya dengan senyum yang khas. HyoRi tersentak. DongHae sunbae punya tunangan?? Hatinya bertanya-tanya. HyoRi memaksakan tersenyum. SeoNa berbalik pergi. Tetapi saat bbeberapa langkah ia pergi, ia kembali mendekat pada HyoRi dan mendekatkan mulutnya pada telinga HyoRi.
"O ya jangan coba-coba kamu ganggu DongHae atau kau akan tahu akibatnya." Bisiknya. SeoNa melankah pergi meninggalan HyoRi yang masih terbengong.
@@@
Waktu pulang tiba. HyoRi keluar kelas bersama RyeoWook. Tiba-tiba ia melihat DongHae didepan pintu dan menawarkannya pulang ersama lagi. HyoRi menolak karena ia tahu bahwa DongHae sudah punya tunangan. Tetapi DongHae tetap memaksanya hingga ia tak dapat megeluarka alasan tuk menolak lagi.
Suasana di mobil kembali sunyi.
"Kenapa sih kau selalu diam..?" Ugkap DongHae jengkel.
"Kenapa kakak tidakmembuka pembicaraan duluan.." Jawab HyoRi tak mau kalah. DongHae tersenyum.
"Aku lapar.. apa kau mau menemaniku makan?" Tawar DongHae. HyoRi ragu, tetapi ia tak sempat menjawab tidak karena mobil DongHae telah merapat didepan sebuah Restoran.
Mereka masuk kesebuah Rostoran dan memesan beberapa makanan. Suasanna kembali sunyi.
"Hmm~Apakah aku bleh bertanya sesuatu?" Tanya HyoRi. DongHae mengangguk sambil meyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"Tentu saja.. Apa yang igin kau tanyakan??"
"Apakah Min SeoNa adalah tunangan kakak?? Maaf jika aku lancang menanyakan hal ini.." Tanya HyoRi dengan hati-hati. Tiba-tiba DongHae berhenti dan memandang HyoRi.
"Apa saja yang ia katakan padamu? Apakah dia melukaimu???" Tanya DongHae dengan wajah khawatir. HyoRi menggeleng. Ia tak ingin menceritakan apa yang terjadi tadi pagi.
"Tidak aku hanya bertanya saja, ayo makan lagi" Ajak HyoRi mencairkan suasana. Mereka kembali makan. suasana tetap sunyi. mulut mereka diam, hanya fikiran mereka yang berbicara.
@@@
"Terima kasih sudah mengantarkanku dan mengajakku makan.." Ucap HyoRi berterima hasih.
"sama-sama, aku senang bisa mengantarkanmu pulang.." DongHae berbalik. "O ya aku mohon kaujujur padaku jika terjadi sesuatu padamu.."Ujarnya lagi. DongHae menyalakan mesin mobilnya dan bergegas pergi.
HyoRi berjalan menuju rumahnya. fikirannya takhenti-hentinya memikirkan DongHae. Senyumnya, Suaranya. Ia tersadar dari lamunannya.
"Aku pulang...!" Teriaknya.
"HyoRi ayo makan malam..." Ajak HyoRi eomma.
"Aku sudah makan malam. aku mau langsung tidur." Jawabnya. HyoRi masukkedalam kamarnya dan menguci pintu. Ia benar-benar tidak bisa menghilangkan bayangan DongHae. Ia bahkan sampai tak bisa tidur.
"satu domba.. 2 domba.. 3 domba.. 10 domba.. 20 domba.. 27 domba.. 28 domb.." Belum selesai ia menghitung HyoRi sudah terbawa dialam mimpi.
@@@
"RyeoWook-ah, aku mau tanya.." Ujar HyoRi dikelas saat istirahat tiba.
"Apa yang mau kau tanyakan?" RyeoWook balik bertanya. HyoRi ragu-ragu.
"Bagaimana cir-ciri orang yang sedang jatuh cinta?" Tanya HyoRi dengan malu-malu.
"Selalu memikirkan orang yang dcintai, selalu.. Hei apa kau sedang jatuh cinta??" Tanya RyeoWook penasaran.
"A~Aniyo.. kau ini aku kan hanya bertanya..." Jawab HyoRi dengan malu-malu. HyoRi bangkit dari tempat duduknya.
"Kau mau kemana?" Tanya RyeoWook.
"Kemanapun yang penting kau gak boleh ikut.." Jawab HyoRi. RyeoWook mendengus. HyoRi berjalan menuju taman belakang sekolah, tempat kesukaannya. iba-tiba didepan sudah ada SeoNa. HyoRi menghentikan langkahnya. SeoNa datang mendekat dan mendorong badan HyoRi hingga menabrak dinding. HyoRi tersentak.
"Apa kau tak dengar apa perkataan ku kemarin, ha~!!! Apa kau sengaja berbuat itu, ha~!!" teriak SeoNa marah. HyoRi terkejut. Air matanya menggenang.
"Aku dah berusaha menjau dari kak DongHae tapi kak DongHae yang memaksaku' Ujar HyoRi membela dirinya. SeoNa menjauh.
"Ingat ya, angan kamu dekati DongHae atau kamu aka menyesal...!!" SeoNa pergi meniggalkan HyoRi yang telah berlinang air mata.
HyoRi mengusap air matanya dan berjalan gontai menuju taman belakang sekolah. Ia duduk dibangku taman yang berada dibawah pohon yang ridang. Tiba-tiba ada yang menutup matanya. HyoRi mebuka tangan yang menutupi matanya. DongHae sunbae degan senyumnya yang manis. HyoRi tersenyum.
"Kenapa kakak disini? kalau kak SeoNa tahu dia pasti akan marah.." Ucap HyoRi dengan wajah tertunduk. Wajah DongHae menegang.
"Ada apa? apa ia melukaimu?" Tanya DongHae khawatir. HyoRi tersenyum.
"tidak, Kak SeoNa hanya ingin melindungi tunanganya, aku mengerti kok.. Lebbih baik kakak menghampirnya sekarang-" Belum sempat HyoRi melanjutkan kata-katanya tiba-tiba DongHae menyentuh kedua pipinya.
"Tatap aku.." Perintahnya. HyoRi menatap mata DongHae. Tiba-tiba wajah DongHae semakin dekat dan dekat Hingga bibir mereka saling bersentuhan.
Disisi lain SeoNa melihat dengan wajah yang marah. Ia pergi dengan langkah cepat. kepalaya dipenuhi oleh rasa cemburu. ketika sampai disebuah korodor yang kosong ia memencet beberapa nomor dihandphonenya.
"Halo.." Ucapnya saat telepon itu tersambung. suara diseberang menjawab. "Apakah kau bisa membantuku??" Tanyanya pada orang itu. Lalu mereka terlibat pembicaraan yang serius.
@@@

Siapakah yang ditelepon SeoNa??? Dan apakah yang Direcanakannya??
Wait For "The One I Love PartIII":)