Yesungiie oppa!

Yesungiie oppa!

Minggu, 26 September 2010

Angkot, I'm in love..! Chapter 2


@@@

Angkotnya berhenti agak lama. Tenang, bukan mogok kok melainkan menunggu penumpang yang mau naik. Ini supirnya sadar penumpang, kalau angkot yang kemarin gak sadar jadi supir jadi nyelonong aja kalau ada penumpang mau naik.

Dua orang berseragam putih abu-abu naik. Salah satunya duduk merapat padaku sedangkan yang lainnya duduk disamping pintu. Tempat duduk favorit, menurut penelitianku sih begitu. Karena, 9 dari 10 penumpang pasti kalau udah duduk disitu gak mau ngegeser kemana-mana lagi.

Kembali kecerita awal. Cowok disampingku benar-benar menyebalkan.Ya iyalah orang angkot masih luas begini ngempet-ngempet ke gue. Jangan-jangan nie orang mau....... Ssssstttt gak boleh berburuk sangka. Aku mencoel lengannya.

"Woi..woi bisa geseran gak? perasaan masih lega deh angkotnya.." Pintaku. Yang kucoel menoleh. Deegg! Seketika jantungku berdetak kencang. Yang pasti bukan karena ngeliat hantu (ya iyalah, masa siang-siang gini ada hantu!) ataupun sang sopirnya ngerem mendadak. Melainkan karena cowok yang disampingku~GANTENG GILAAA.... Ia tersenyum dan menggeser tempat duduknya. Ahh, senyumnya bikin Aku makin deg-degan aja:)

"Sorry ya~Queenzha"

Mataku membelalak dan spontan menyilangkan kedua tanganku didepan dada. Huh! cakep-cakep matanya jelalatan.

"Tolong ya yang sopan, gak usah baca-baca nama orang." Aku mencoel Ocha. "Cha, turun yuk.." Ocha meklihat keluar jendela.

"Oh ayo, loe yang kiriin ya."

Aku mengangguk. "Kiri bang!" Angkotnya masih berjalan. "Kiri bang!!" Teriakku.

"Bentar neng, kan angkotnya ngerem dulu.." Ujar sang sopir. Sontak semua penumpang-termasuk Ocha tertawa. Kurasa wajahku telah memerah karena malu.

Aku dan Ocha turun dari angkot dan membayar ongkos. Kami berjalan menuju rumah kami yang kebetulan bersebelahan.


@@@

Dah dulu yak ceritanya. waktunya dah abis, hehehe

Sabtu, 25 September 2010

Angkot, I'm in love...!

Hai, salam wat yang baca ceritaku kali ini. Nie cerita gue dapet inspirasi dari angkot langganan gue tiap pergi dan pulang sekolah. Jadi, gue berterima kasih ma supir angkotnay, hehehe. Btw, Btw kalo ada kesamaan nama, kejadian dan -tempat itu hanya kebetulan cz ini hanya fiksi.
bacanya pake hati yang terdalam [lebay:)] biar kena feelnya, hehehe
Lanjut nyoook!!!

@@@
"Ocha! ayoo pulang cepetan ntar ketinggalan angkot!!!" Teriakku pada sahabatku tepat setelah bel pulang berbunyi.
"Iya, bawell!!" Ocha balas berteriak nyaris dengan jawaban yang sama selama 1 tahun ini.

Itulah kebiasaanku dan Ocha jika bel pulang telah berbunyi. Menunggu angkot idaman, begitu sebutan Ocha pada angkot yang sering kami tumpangi ini. Kenapa? karena angkot yang satu ini langkanya minta ampun (kayak satwa aja yak? hehe). Sekalinya ada kadang-kadang penuh atau supirnya nyelonong gitu aja nggak ngeliat dipinggir jalan orang dah ngacungin telunjuk sepanjang-panjangnya (lebay..).

Kami berjalan keluar dari sekolah. Didepan gerbang sekolah, Aku dan Ocha udah stand by dengan gaya preman pasar. Ocha mempersiapkan mentalnya, takut-takut kalau angkotnay gak nampung penumpang selebar dia.

Dari kejauhan kulihat angkot yang ditunggu-tunggu datang. Aku langsung menepuk bahu Ocha. Ocha terlihat terkejut.
"Cha!! Ada angkot noh!!" Teriakku sambil menunjuk kearah angkot idamannya Ocha.
"Tao!! Gak usah teriak dikuping gue napa sih!!" Balas Ocha kesal. Bodo amat! yang penting ada angkot (kejamnya, haha).

Angkot idaman sudah mulai mendekat. Aku dan Ocha mengacungkan telunjuk. Tiba-tiba~
Wueeeesssss!!!
"Yah Cha angkotnya nyelonong.."
"Untung gue maapin dunia akhirat tuh sopir kalo kaga gue colong dah angkotnya!!"
Seperti tadi yang kubilang, angkotnya nyelonong gitu. Tinggallah Aku dan Ocha yang gak berhenti menggerutu. Kami terpaksa menunggu lebih lama lagi untuk naik angkot selanjutnya.

5 menit, tentu aja angkotnya belum lewat. Wong baru 5 menit.
10 menit, masih belum lewat.
15 menit, sabar-sabar belum lewat juga. Ocha dah mulai gak sabar.
20 menit, seakan kayak kejatuhan duren, saking senangnya Ocha sampai lompat-lompatan ngeliat angkot idamannya datang. Walau masih jauh, Aku dan Ocha stand by untuk mengantisipasi angkot yang suka nyelonong gitu aja.

"Siap-siap! Ada angkot noh!!" Ocha dah siap siaga bak pelari maraton.
Akhirnya angkotnya berhenti tepat didepan kami. Sontak Aku dan Ocha mengucapkan syukur.
"Alhamdulillah.." Ucapku dan Ocha berbarengan.

Hari ini, Angkotnya kosong (serasa naik mobil pribadi, euy..). Aku dan Ocha memilih duduk dipojok. Kami membuka jendela angkot. AC alami bagi angkot bak oksigen bagi manusia. Kalo gak ada AC alami (baca: jendela), kayak gak ada oksigen, engap. Angkotpun melanjutkan petualangannya (emangnya dora..).

Tiba-tiba, sang supir ngerem mendadak membuat kepalaku dan Ocha kejedot kaca belakang. Angkotpun berhenti agak lama.

Apakah yang terjadi selanjutnya??
Apakah angkotnya mogok atau~?
Baca chapternya 2nya kalo mau tahu kelanjutannya..

Bye-bye..

*Kalo mau komen, silahkan kritik dan sarannya di FB: Hilda QueenZha Atthaya.

(hayo angkot paan nie?? :)

Kamis, 02 September 2010

Anggota Super Junior Kyuhyun mengambil tempat pertama dalam survei Musik Bugs, 'Penyanyi yang terlihat terbaik dalam seragam sekolah. "

2.037 orang memilih di Bugs Poll, dan 1.021 suara dari mereka pergi ke Kyuhyun, produktif dia 51% dari total suara. Tempat kedua pergi ke IU dengan 27% suara, sebuah kesenjangan besar dari pemenang.

Netizens telah berkomentar,

"Dengan tinggi Kyuhyun, ia dapat menembak seragam sekolah CF tanpa masalah '

"Kyuhyun belajar sangat keras selama hari sekolah, sehingga siswa gambar model sesuai dengan seragam sekolah baik '

Kyuhyun 'Super Junior termuda adalah yang terbaik "

"Bahkan jika Kyuhyun yang mengenakan seragam sekolah biasa, dia akan membuatnya bersinar seperti merek desainer '

Di sisi lain, Sulli, yang baru-baru ini menarik perhatian dengan fashion seragam sekolah pada Inkigayo, menerima 13% dari suara. Jo Kwon diikuti dengan 9%, dan kemudian Kim Junsu dengan 2%, dan Zinger dengan 1%.

Penyanyi yang menurut Anda terlihat terbaik di seragam sekolah?

Kamis, 19 Agustus 2010

Super junior Chibi





LeeTeuk




HeeChul




Yesung




KangIn





ShinDong




SungMin



EunHyuk





DongHae

Rabu, 18 Agustus 2010

The One I Love Part VI (The last story)

@@@
Hati DongHae benar-benar hancur. Perusahaan Ayahnya yang selama ini dibangun Ayahnya dengan susah payah, dengan mudahnya bangkrut dan tak lama kemudian Ayahnya tersayang pergi untuk selama-lamanya. Hari ini adalah pemakaman Ayahnya. Tangisan ibunya membuat hatinya sangat sakit. Lebih sakit lagi karena ia pun kini telah meneteskan air mata.
Semua orang telah bubar. Kini hanya ada DongHae yang sedang menatap makam Ayanya dan HyoRi yang setia menemani dan memberikannya semangat. DongHae masih terus meratapi kepergian Ayahnya, Dan HyoRi masih terus menemaninya. Air mata HyoRi iku mengalir.
@@@
HyoRi berjalan menuju tempat tinggalnya dengan gontai. Tak pernah ia melihat DongHae benar-benar sesedih ini. Handphone HyoRi berdering. Sebuah pesan dari Yesung.
"Tolong temui aku dipinggir danau" Isi pesannya. HyoRi segera pergi ketempat yang dimaksud. Danau yang pernah ia kunjungi bersama Yesung.
HyoRi sampai ditempat tujuannya. Yesung tengah berdiri dipinggir danau, persis seperti saat pertama kali ia pergi bersama. HyoRi manghanpirinya.
"Kenapa kau selalu menghndar dariku?? Dan kau juga belum menjawab perasaanku padamu... Apakah kau sedang mempermainkanku?? Apakah kau berusaha membuatku seperti orang bodoh??" Tuduh Yesung. HyoRi terkejut.
"Bukan maksudku untuk menghindar dari kakak~" HyoRi berusaha membela diri.
"Lalu??" Wajah Yesung terlihat sinis, membuat HyoRi tak sanggup untuk menatapnya.
"Kakak, ada wanita yang lebih baik dari aku.. Ada wanita yang lebih pantas mmencintai kakak dibanding aku.." Yesung tersenyum sinis.
"EunMi maksudmu??" HyoRi terkejut dengan pertanyaan Yesung. Ia merasa seperti sedang dihakimi.
"Kakak, Aku mohon tolong cintai EunMi sepenu hati kakak.. EunMi adalah wanita yang baik, dan dia mencintai kakak seoenuh hati.." Tiba-tiba Yesung menarik tangan HyoRi dan meletakkannya didada Yesung. HyoRi terkejut.
"Kaulah yang pertama mengisi hatiku.. Apakah aku bisa dengan cepat menggantinya?? Apakah semudah itu aku melupakanmu??" Suara Yesung bergetar. Kecewa, tergambar jelas dalam wajahnya. Air mata HyoRi menggenang. Tak tega rasanya melukai hati Yesung.
"Maafkan aku kak, Tapi... Aku tak mau mebuat kakak terluka lebih dalam lagi. Aku tak mau membohong kakak lebih banyak lagi.." Air mata HyoRi mengalir.
"Apa maksudmu?? Apakah kau..telah mencintai orang lain??" Tanya Yesung. HyoRi mengangguk perlahan. Hati yesung makin perih. Kekecewaannya makin terlihat jelas. HyoRi tak sanggup lagi menatap mata Yesung. Yesung melepas tangan HyoRi dari genggamannya.
"Aku benar-benar minta maaf, kak.." Yesung tak menjawab. Ia berbalik dan meninggalkan HyoRi yang masih terisak.
@@@
Yesng berjalan gontai. Ia terus berjalan tanpa tujuan yang pasti. EunMi melihat Yesung berjalan sendiri dan segera mendekatinya.
"Annyeong haseyo! Kak, kau mau kemana sendirian??" Tanya EunMi dengan nada ceria. Yesung menatapnya dengan pandangan sinis. EunMi terdiam. "Kak, ada apa denganmu?? Kau sepertinya sedang sedih.." EunMi berusaha terlihat seceria mungkin. Yesung terliihat kesal.
"Kalau kau tidak ada hal penting yang ingin dibicarakan, lebih baik kau menyingkir dari hadapanku.. Dan 1 lagi, Jangan ikut campur urusanku. Mengerti??!" Yesung berteriak dan membut EunMi terkejut. Ia berhenti berjalan dan memasang wajah emberut. Hatinya kesal karena Yesung tak bersikap manis seperti saat Yesung bersama HyoRi. Ia pergi sambil menghaentakkan kaki. Tak henti-hentinya ia menggerutu.
@@@
Pagi hari, EunMi berjalan menuju supermarket untuk membeli segala kebutuhannya. Ia masuk kedalam supermarket dan mengambil keranjang barang. Ia melewati tempat makanan instan dan mengambil beberapa barang. 'plugg' Sebuah makanan terjatuh dari tempatnya. EunMi yang melihatnya segera mengambilnya. Tiba-tiba tanpa sengaja ada sebuah tangan yang juga ingin mengabil makanan itu (tangan mereka bersentuhan). EunMi melihat kearah pemilik tangan dan terkejut.
"Kak Yesung??" Yesung tampak terkejut juga. Ia segera menarik tangannya dan mengalihkan pandangan. EunMi tersenum senang. "Kakak sedang berbelanja disini juga??" Tanya EunMi.
"Ya." Jawab Yesung acuh. EunMi cemberut, tetapi ia akan terus berusaha mengambil hati Yesung.
"Kakak sering kesini??" EunMi kembali bertanya. Yesung memandang EnMi. Aneh, bukan benci yang dirasakannya tetapi justru jantungnya berdegup saat memandang mata EunMi yang bulat. Yesuung segera tersadar dan melihat kearah lan.
"Ya." Yesung masiih acuh.
"Aku juga sering kesini, kenapa kita tidak pernah bertemu, ya??" EunMi berbicara dengan ceria. Yesung berjalan dengan cepat menuju kasir dan meninggalkan EunMi. EunMi masih terus berbicara dan tak sadar bahwa Yesung telah meninggalkan supermarket.
@@@
Aneh. Sangat aneh. Yesung berusaha menetralkan perasaannya. Tak mungkin ia menyukai EunMi. Tapi..saat menatap mata EunMi ia merasa ada rasa yang lainn. Yesung menggelengkan kepalanya. Berusaha membuang perasaannya yang aneh itu.
Tidak mungkin, Tidak mungkin, Tidak mungkin!!! Hatinya terus berteriak-teriak.
@@@
Perasaan itu masih menggelayut tak ma pergi dari hati Yesung. Padahal ia sudah berusaha membuangnya. Semakin sering ia bertemu EunMi, Semakin membesar perasaan itu. Semakin lama ia menatap mata EunMi semakin cepat debaran jantungnya. Ini benar-benar aneh.
Apakah ini cinta?? Apakah aku benar-benar mencintai EunMi?? Apakah hatiku benar-benar telah memilih EunMi?? Hati Yesung selalu bertanya-tanya.
@@@
EunMi berjalan tannpa tujuan. Ia sedih karena telah berkali-kali ia mencoba mendekati Yesung, Tetapi Yesung tetap bersiikap dingin padanya. Ia berjalan sambil menunduk dan menendang batu-bat kerikil yang ada didepan kakinya. Handphonenya berdering. Nomor yang tak dikenalnya.
"Pergilah ketaman, dan bersiaplah untuk terkejut" Pesan yang aneh. Tetapi entah kenapa ia merasa penasaran. Ia berjalan menuju taman. Sesampainya di taman ia benar-benar terkejut.
Yesung disana ditengah-tengah sekumpulan balon yang berwarna-warni.

EunMi tersenyum dan mendekat. Yesung tersenyum dan memberikan sebeah cincin cantik yang diikat dengan balon-balon. Yesung melepas ikatan dan memakaikan cincin pada jari EunMi yang lentik. Yesung tersenyum hangat. EunMi sangat bahagia hingga tak mampu menahan air mata harunya. Yesung memeluknya dan membisikkan kata-kata yang membuat EunMi sangat terharu.
"Do you wanna be my girl??" Yesung membisikkan dengan lembut. EunMi melepas pelukannya dan mengangguk. Air matanya mengalir karena terharu. Yesung kembali tersenyum dan menghapus air mata EunMi dengan tangannya.
"I do~" EunMi kembali memeluk Yesung. Yesung mengangkat EunMi dan memutarnya. EunMi berteriak. Mereka tertawa. Bahagia, bahagia sekali.
@@@
HyoRi sedang membersihkan rumahnya. Ia berusaha mengalihkan semua beban yang memberatkan hatinya dengan membersihkan semua barang yang ada dirumahnya. Tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu. HyoRi segera membuka pintu. Tak ada siapa-siapa disana, tetapi hanya ada secarik surat berwarna pink yang tergeletak didepan pintu rmahnya. HyoRi membuka amplop dan membaca isinya.
"Datanglah kelapangan basket, segera..." Setelah selesai membaca surat tersebut, HyoRi segera bergegas memakai jaket dan pergi menuju tempat yang dimaksud.
@@@
HyoRi tak melihat siapapun dilapangan basket. Ia duduk dibangku penonton. Tiba-tiba seseorang menutup matanya. Ia memegang tangan orang iuu dan melepaskan dari matanya. HyoRi terkejt.
"Kak DongHae..." DongHae hanya tersenyum. Tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah mawar dan berkata dengan lembut.
"Maukah kau menjadi sebagian jwa dan hidupku?? Maukah kau menjadi penyemangat saat ku terjatuh dan membuatku tersenyum saat Aku sedang sedih??"
HyoRi mengambil mawar ditangan DongHae dan mencium wangi bunga mawar itu. HyoRi tersenyum.
"Tidak~" Wajah DongHae berubah sedih. "Jika kakak tidak bisa menangkapku..." HyoRi segera berlari kearah lapangan. DongHae tersenyum dan segera mengejarnya. Mereka tertawa bahagia.
@@@





***The End***

Selasa, 17 Agustus 2010

The One I Love Part V

@@@
HyoRi masih gamang. Ia ingin membantu EunMi, sahabatnya tercinta. Tetapi disisi lain ia tak ingin melepas Yesung. Apakah aku harus melepas Yesung?? Apakah aku harus melepas Yesung demi EunMi-sahabatku?? Apakah aku harus melakukannya?? Batinnya terus bertanya-tanya. EunMi masih menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut HyoRi, Tetapi tampaknya EunMi sudah tak sabar menunggu. EunMi memeluk HyoRi dan menangis dalam pelukannya HyoRi.
"Aku tahu kau adalah sahabatku terbaikku.. Dan aku ingin kau mengerti, Kak Yesung adalah cinta pertama bagiku dan aku yakin kau juga mengerti betapa aku tak mau kehilangan cinta pertamaku..." HyoRi makin tak enak hati. EunMi memohon disela-sela isakannya. Air matanya HyoRi mulai menggenang. Bingung, melepas cinta demi sahabat atau melepas sahabat demi cinta.
"EunMi, sepertinya aku~" HyoRi masih terlihat bingung. EunMi masih menangis, bahkan isakannya makin keras. HyoRi makin bingung. Tak sampai hati ia melukai sahabatnya yang selalu membantunya kala ia mendapat kesulitan.
"Aku mohon..." EunMi memohon. HyoRi menyerah. Ia tak akan melukai sahabatnya sendiri. Air matanya mengalir membasahi pipinya yang mulai memerah karena cuaca dingin. Ia memeluk EunMi erat.
"Baiklah aku akan melepaskannya untukmu, Aku melepaskannya karena kau sahabatku.." Air mata HyoRi mengalir makin deras. EunMi berhenti menangis, tetapi isakannya masih terdengar. EunMi melepas pelukkannya dan memandang HyoRi dengan mata berbinar.
"Benarkah??" HyoRi menangguk untuk meyakinkannya. EunMi kembali memeluknya dengan senyum ceria. Dibalik punggung EunMi, HyoRi menangis tak bersuara.
@@@
HyoRi sedih. Disekolah, setiap kali ia melihat DongHae, ia menghindar. Dan tiap kali Yesung mendekat, ia menjauh. Walaupun sebenarnya ia ingin sekali berbicara dengan DongHae ataupun tertawa dengan Yesung.
"Annyeong!" Sapa Ryeowook. HyoRi tak membalas sapaannya. "Ada apa denganmu?" Tanya Ryeowook.
HyoRi menggeleng. "Ryeowook-ah, Bolehkah aku bertanya sesuatu??" Tanya HyoRi. Ryeowook duduk mendekat dengan wajah serius.
"Tanyakanlah.. kau mau tanya apa memangnya??" Wajah Ryeowook sangat serius.
"Sekarang tanggal berapa??" Seketika wajah Ryeowook berubah menjadi kecewa. Ia mendengus kesal karena mengira HyoRi akan menanyakan hal yang serius padanya.
"20 Agustus" Jawab Ryeowook dengan nada kesal. HyoRi terdiam. Kesedihan, tergambar jelas dalam wajahnya. "HyoRi, Kau kenapa?" Tanya Ryeowook khawatir. HyoRi tak menjawab. Ia menunduk. Ryeowook tak mengetahui bahwa HyoRi sedang menangis. Isakannya lembut, lembut sekali hingga Ryeowook tak dapat mendengarnya.
@@@
Pulang sekolah, HyoRi tak langsung pulang kerumahnya. Ia pergi kesuatu tempat. Tempat dimana ia bisa meluapkan segala sesuatu yang selama ini mengganjal hatinya.
Ia sampai ditempat tujuannya. Danau, Danau yang sepi. HyoRi berjalan kepinggir danau. Air matanya mengalir lagi. Ia ingat hari ini adalah hari ulang tahun Eomma-nya.
"Eomma, appa, aku telah kehilangan semua orang yang aku cintai..." HyoRi terisak. "Aku kehilangan eomma dan appa, lalu aku kehilangan cinta pertamaku, Kak DongHae, kini aku juga kehilangan penyemangat hidupku, Kak Yesung..." Isakannya makin keras. Air matanya terus mengalir dengan deras. "Apakah aku akan terus kehilangan orang-orang yang kucintai??"
Tiba-tiba hujan membasahi seluruh danau. HyoRi tak bergeming. Ia membiarkan hujan membasahi dirinya, membiarkan rasa panas dihatinya disiram oleh air hujan. Hujan makin deras. HyoRi tak juga berteduh. Ia masih berdiri dipinggir danau. Ia masih menangis sampai ia benar-benar merasa beban yang ada dihatinya hilang. Tiba-tiba seseorang memayunginya. Ia menoleh. DongHae berdiri membierkannya tersiram hujan agar dapat melindungi HyoRi dari hujan. HyoRi terdiam. Matanya memandang DongHae lekat. Tiba-tiba...
Brugggg~HyoRi tak sadarkan diri dipangkuan DongHae.
@@@
HyoRi tengah berbaring disebuah kamar. Ia masih belum sadarkan diri. Disana telah berdiri DongHae dan eomma-nya.
"Eomma, aku mencintai dia bukan SeoNa.." Ungkap DongHae sambil memandang HyoRi. DongHae eomma tersenyum sambil membelai rambut HyoRi.
"Aku tahu..."
"Kalau eomma tahu, eomma bisa membatalkan pertunanganku dengan SeoNa, kan?" DongHae eomma kembali tersenyum lembut. Tangannya masih membelai HyoRi.
"Apakah aku punya kuasa untuk membatalkan pertunanganmu? Keluarga kita sudah banyak berhutang dengan keluarganya, Jika tidak dengan pertunangan ini dengan apa kita akan membayar hutang budi kita kepada keluarga SeoNa?? Jika tidak dengan pertunangan ini, Kau pasti tahu apa yang akan terjadi pada perusahaan Ayahmu dan pada kondisi Ayahmu sendiri??" Jelas DongHae eomma. Air matanya menggenang. Begitu pula dengan DongHae. Perih rasanya mencintai orang yang tidak ia cintai.
"Tapi kita bisa kan membayarnya dengan yang lain, Uang atau sabagian saham perusahaan, bisa, kan??!" DongHae mencoba mempertahankan keinginannya. DongHae eomma memandang anaknya lekat.
"Dengan pertunanganmu saja Ayahmu belum juga pulih, nak.." Ujar DongHae eomma lirih. Air matanya akhirnya membasahi pipinya. DongHae terduduk lesu. Ia menyembunyikan wajahnya diatas kedua lututnya. Ia menangis, Menangis untuk cintanya, Menangis untuk Ayahnya, Dan menangis untuk penyesalannya sendiri.
@@@
HyoRi telah siuman. DongHae telah berada disampingnya. Setelah merapikan diri dan makan siang, Mereka bergegas pergi ke Rumah sakit. Tempat Ayah DongHae dirawat.
Mereka sampai diruangan ICU. Ayah DongHae masih terbujur lemas. Matanya tak kunjung terbuka sejak 5bulan yang lalu.
DongHae mendekati tempat Ayahnya berbaring. Ia mencium tangannya dan mulai menangis. HyoRi sedih melihat DongHae menangis. Tak ada yang dapat dilakukannya selain memeluknya dan memberikannya semangat. Mereka larut dalam tangisannya.
@@@
Mereka kembali kerumah DongHae. DongHae eomma meminta agar HyoRi menginap dirumahnya. HyoRi tak kuasa menolak. Hari ini ia menginap dirumah DongHae.
Saat makan malam. Mereka beranjak keruang makan untuk makan malam. HyoRi berjalan dengan canggung. Ia melihat seorang laki-laki yang terlihat akrab dengan DongHae. Ia penasaran.
"Kau Lee HyoRi??" Ujar laki-laki itu membuka pembicaraan.
"N~Ne.." HyoRi menangguk.
"HyoRi ini adalah kakakku, Leeteuk Hyung." DongHae memperkenalkan kakaknya. Leeteuk tersenyum sambil mengulurkan tangan. HyoRi menjabat tangan Leeteuk. HyoRi bingung karena Leeteuk tak juga melepas jabatan tangannya. DongHae menatap kakaknya tajam. Leeteuk hanya tertawa kecil.
"Tanganmu halus, wajahmu juga cantik.. Tak salah adikku menyukaimu.." Ujar Leeteuk. DongHae langsung menghadiahi tatapan tajam padanya. Leeteuk hanya mengelus unggung adiknya sambil tersenyum menggoda. HyoRi hanya tersenyum melihatnya.
Pagi harinya, HyoRi dan DongHae pergi kesekolah bersama. Tanpa sepengetahuan mereka, Seseorang dari kejauhan melihat mereka. Wajahnya memerah dan rahangnya mengeras karena menahan amarah.
@@@
SeoNa menghampiri DongHae dengan langkah geram.
"Apa kau ini tak tahu diri?? Kau ini tunanganku, kenapa kau masih saja mendekati cewek tidak tahu malu itu, hah?!" SeoNa berteriak. DongHae merasa tersinggung dengan oerkataan SeoNa.
"Kau sendiri, Apa kau tidak tahu diri?? Aku bukan tunanganmu, dan aku tidak mencintaimu.. Jangan hanya karena Orangtuamu menolong keluargaku, kau menganggap kita telah bertunangan. Kau ingat baik-baik kata-kata ini 'KITA TIDAK PERNAH BERTUNANGAN DAN AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU!!!' ingat itu!" DongHae balas berteriak. SeoNa terkejut. Sekarang semua orang melihat mereka.
"Kau lihat saja balasan dari kata-katamu nanti, aku akan~"
"Aku tidak peduli..." Potong DongHae. DongHea berbalik dan meninggalkan SeoNa yang tak berkutik.
@@@
Pulang sekolah, DongHae dan HyoRi kembali mengunjungi Ayah DongHae dirumah sakit. Mereka sampai didepan rumah sakit.
"Kak, aku kebelakang dulu ya?" HyoRi meminta izin. DongHae tersenyum melihat kaki HyoRi yang terus bergerak karena ingin buang air kecil.
"Ya sudah, tapi aku langsung keruang Ayah dirawat. Nanti kau langsung kesana ya?" HoRi mengangguk dan langsung berlari mencari kamar kecil.
DongHae berjalan menuju ruang rawat Ayahnya. Ia terkejut karena pintu ruangan terbuka sedikit. Ia berjalan pelan dan perlahan masuk. Ia terkejut dengan apa yang ia saksikan didepan matanya. SeoNa sedang mencoba melukai Ayahnya.
"SEONA!!! Apa yang kau lakukan??" DongHae spontan berteriak. SeoNa terkejut.
"Bukankah aku sudah memperingatkanmu? tapi kau tak memperdulikannya.. Dan kau akan merasakan balasannya.." DongHae terlihat geram. SeoNa hanya tersenyum mengejek.
"Apakah kau juga yang membunuh orang tua HyoRi??" Tanya DongHae dengan perasaan geram. SeoNa tertawa.
"Tentu saja.. Kau tidak tahu?? Kan dari awal kau sudah kuperingati.. Kenapa kau tak juga nmenjauhi gadis itu? Hmm?" SeoNa kembali tertawa. DongHae makin geram.
"Kau ini wanita licik~" Tiba-tiba tanpa sepengetahuan mereka HyoRi telah berdiri disana dengan berlinangan air mata. DongHae dan SeoNa terkejut.
"Kak SeoNa.. Kau yang membunuh~" HyoRi berlari keluar ruangan dengan air matanya yang masih berjatuhan. DongHae bergegas mengejarnya tetapi SeoNa menahannya.
"Jangan mengejarnya, kalau kau~" 'Paaaaak' DongHae menampar SeoNa. SeoNa terkejut dan tanpa sadar melepaskan tangannya dari lengan DongHae. DongHae bergegas mengejar HyoRi.
@@@

Wait for The One I Love Part VI The last of story...

Jumat, 13 Agustus 2010

The One I Love Part IV

@@@
HyoRi terkejut. Selama bersama Yesung, ia memang merasa nyaman. Tapi ia tak yakin bahwa yang ia rasakan adalah cinta.
"hmmm.. bagaimana??" Tanya Yesung. Pandangannya penuh harapan.
"Aku butuh waktu untuk menjawab" Yesung mengangguk tanda setuju. Tetapi wajahnya tampak kurang puas degan jawaban HyoRi.
"baiklah.. biar kuantar kau pulang.."
Mereka pulang bersama. Suasana dimobil senyap. HyoRi merasa canggung untuk berbicara. Sedangkan Yesung sibuk dengan menduga-duga apakah HyoRi mencintainya atau tidak.
Mereka sampai didepan tempat tingga HyoRi.
"Terima kasih sudah mengantarku pulang.." HyoRi tersenyum. Yesung membalas senyumannya.
"Sama-sama, istirahatlah..." Yesung masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya.
"Selamat jalan.." HyoRi melambaikan tangannya. Perlahan mobil Yesung telah hilang dari pandangannya.
Sepasang mata sejak tadi mengawasi HyoRi dan Yesung. EunMi-sahabat HyoRi-tanpa sengaja melihat mereka berdua. Hatinya bertanya-tanya. 'siapakah laki-laki itu?' batinnya kembali bertanya.
@@@
1 minggu, HyoRi selalu diantar pulang oleh Yesung. 1 minggu pula EunMi selalu melihat ketika HyoRi diantar pulang oleh Yesung-Laki-laki yag belum dikenalinya. HyoRi merasa hubungannya dengan Yesung makin dekat. Dan ia merasa sudah saatnya ia melupakan DongHae dan mulai mencoba mencintai Yesung sepenuh hati.
Sepulang kerja, HyoRi merebahkan badannya dilantai melepaska rasa penatnya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Ia membuka pintu. EunMi telah berdiri disana. HyoRi mempersilahkan masuk sahabat tersayangnya itu.
"Aku lihat tadi kau diantar oleh seorang laki-laki. Hmm.. Bolehkah aku tahu dia itu siapa?" Tanya EunMi dengan hati-hati. HyoRi tersenyum.
"Dia adalah seniorku disekolah, memangnya ada apa?" EunMi menggeleng.
"Apakah dia dekat sekali denganmu? Hmm..Apakah kalian ada hubungan??" EunMi kembali bertanya.
"Ya begitulah, tapi kami hanya berteman.. memangnya ada apa sih? Kau kenal dengannya??" EunMi hanya menggeleng.
@@@
Bel pertanda pulang sekolah telah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar, tak terkecuali HyoRi dan Ryeowook.
"Hey, kulihat kau dan Yesung sunbae sering pulang bersama, apakah kalian berpacaran?" Tanya Ryeowook penasaran.
"Hmmm.. tidak."
"Tapi sepertinya kalian sangat dekat.."
"Lalu?" Ryeowook tampak kesal karena HyoRi tak menanggapi omongannya. Tiba-tiba Yesung menghampiri mereka berdua.
"Hai.. hmm HyoRi apakah kau ada acara setelah ini?" Tanya Yesung. Ryeowook menyela pembicaraan.
"Ya, dia akan menemaniku-Awww~" Belum selesai Ryeowook berbicara, HyoRi menginjak kaki Ryeowook. Yesung hanya menatap mereka bingung.
"Tidak~tidak ada, memangnya ada apa ya kak?" HyoRi balik bertanya. Ryeowook mencibir. HyoRi memberikannya pandangan tajam. Ryeowook menunduk. Yesung melihatnya hanya dapat tersenyum.
"kau mau antar aku ketoko buku tidak? aku mau membeli sebuah buku.." HyoRi mengangguk sambil tersenyum. Yesung tersenyum, sedangkan Ryeowook mendengus kesal. "Ayoo.." Ajak Yesung. HyoRi mengikuti. Mereka berjalan meninggalkan Ryeowook yang masih kesal.
"Tunggu~ HyoRi.. bukankah kau akan pulang bersamaku.......!" Teriak Ryeowook. HyoRi menoleh dan memberikan tatapan mengancam pada Ryeowook. Ryeowook kembali terdiam.
@@@
"Kakak memangnya mau beli buku apa?" Tanya HyoRi.
"Entah.." Jawab Yesung singkat. HyoRi cemberut.
"Mau ketoko buku tetapi tidak tahu apa yang mau dibeli.. kakak ini aneh sekali" HyoRi menggerutu. Yesung hanya tertawa kecil.
HyoRi melihat dua orang yang tak asing baginya. Ia mendekat dan mengamati dua orang itu. Ia terkejut.
"EunMi.. KyuHyun...!" Sapa HyoRi. EunMi dan KyuHyun menoleh keasal suara. Mereka tampak terkejut juga.
"HyoRi, apa yang kau lakuka disini?" Tanya KyuHyun. EunMi terdiam sambil mengamati laki-laki yang berdiri disamping HyoRi.
"Aku disini mengantar~ Oh ya kenalkan ini seniorku, Kak Yesung.." HyoRi memperkenelkan Yesung pada sahabatnya. Yesung mengulurkan tangannya. EunMi dan KyuHyun menjabat tangan Yesung.
"EunMi.."
"KyuHyun.."
Yesung tersenyum. Mereka mengangguk tanda hormat.
"Aku bayar buku ini dulu, kau tunggu disini." HyoRi mengangguk. Yesung berjalan kearah kasir. EunMi masih mengamati.
"Hmmm..HyoRi apa orang itu seniormu yang pernah kau ceritakan itu?" Tanya EunMi. HyoRi mengangguk.
"Ya.."
"Ooooh~"
Yesung kembali menghampiri mereka. Yesung dan HyoRi pamit pada mereka.
@@@
Dirumah, HyoRi sedang melamun. 'sepertinya aku akan menjawab perasaan Kak Yesung besok. Aku akan bilang ya..' Batin HyoRi. Bibirnya tak henti-henti tersenyum. Handphonenya berdering. sebuah SMS dari EunMi.
"Bisakah kau temui aku ditaman? aku mohon.." Isi dari pesan tersebut. HyoRi memakai jaketnya dan bergegas menuju taman.
Ditaman, EunMi duduk dibangku taman yang berada tepat dibawah pohon yang rindang.
"Oh~Beruntung kau datang.. Aku ingin minta bantuanmu.." EunMi langsung memeluk HyoRi.
"Aku pasti akan membantumu, katakanlah apa yang bisa kubantu?" HyoRi melepaskan pelukannya.
"Benar kau mau membantuku? Jika harus mengorbankan sesuatu apakah kau akan mengorbankannya untukku?" EunMi bertanya dengan muka memelas. HyoRi mengangguk pasti.
"Katakanlah.. aku akan membantumu sekuat tenagaku.."
"Maukah kau mengorbankan Kak Yesung untukku?"
HyoRi terkejut. Tapi, ia telah terlanjur berjanji pada EunMi. Mengorbankan kak Yesung, Orang yang baru saja ingin ia cintai sepenuh hati??
HyoRi tak bergeming. Janjinya telah terucap. Tapi apakah HyoRi sanggup mengorbankan Yesung untuk sahabatnya, EunMi??
@@@

Wait for "The One I Love Part V" :)