@@@
"Aku pulang!!!" HyoRi teriak seperti biasanya. Tetapi hari ini orang tuanya terlihat sedih. HyoRi menghampiri orangtuanya.
"Ada apa eomma?" Tanya HyoRi. HyoRi eomma menggeleng. Sedangkan HyoRi appa hanya terdiam dan tertunduk. HyoRi eomma tersenyum walaupun senyumnya terlihat memaksa.
"Tidak apa-apa, Bagaimana sekolahmu?? kelihatannya kau sedang senang.." HyoRi eomma berusaha menghilangkan rasa khawatir anak perempuannya itu. HyoRi tersenyum lega dan memeluk eommanya.
"Aku memang sedang senang sekali, eomma..." Ucap HyoRi riang. HyoRi melepaskan pelukannya.
"Tunggu sebentar, Apakah anakku sedang jatuh cinta?" Tanya HyoRi eomma menggoda. HyoRi mengangguk penuh semangat.
"Laki-laki seperti apa? apakah dia tampan?" HyoRi eomma kiembali menggodanya. HyoRi tersenyum dan bersandar pada bahu eommanya.
"Mungkin~"
"Bawalah ia kesini, eomma ingin lihat laki-laki yang ditaksir oleh anakku.." Potong HyoRi eomma. "Kau mandi sana kita makan malam" Lanjut HyoRi eomma. HyoRi menurut. ia masuk kedalam kamar. HyoRi eomma memandang punggung anaknya. HyoRi appa masih tertunduk. Tak sampai hati mereka menceritakan masalah ini pada anak mereka. HyoRi appa dipecat dari pekerjaannya yang sudah lama dikerjakannya. Mereka memilih merahasiakannya dibanding melihat kesedihan diwajah HyoRi-anak yang sangat mereka sayangi.
@@@
Pagi hari. HyoRi kembali berangkat kesekolah. HyoRi berjalan sambil bersenandung. Tiba-tiba ia mendengar seseorang berteriak-teriak dikoridor. HyoRi diam tak bergeming.
"Kanapa kamu mendekati dia??? apa sih mau kamu??" teriak wanita itu. Tampaknya mereka sedang bertengkar.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa mau kamu?!! Aku punya hak untuk mencintai seseorang, dan kamu tidak ada hak untuk melarang aku mencintai HyoRi!!!" Laki-laki itu balas berteriak. HyoRi terkejut karena namanya disebut-sebut dalam pertengkaran itu. HyoRi mengintip. Matanya terbelalak ketika melihat kedua orang yang sedang bertengkar tersebut. DongHae dan SeoNa.
"Kamu jangan pura-pura bodoh, DongHae. Aku ini tunangan kamu.. Kamu ini~"
"Sejak kapan kita tunangan dengan kamu?! aku tidak pernah merasa telah tunangan dengan kamu..!!" Min SeoNa terkejut dengan jawaban DongHae. Kemarahannya memuncak.
"Kamu jangan bodoh DongHae. Kau tahu kan nasib keluargamu ada ditanganku!! Jangan sekali-kali kau~" Tiba-tiba 'paaaaaak'. DongHae menampar SeoNa. SeoNa terkejut. Tampaknya DongHae pun tak percaya apa yang telah ia lakukan. Air mata SeoNa menetes. SeoNa melangkah pergi dengan langkah geram meninggalkan DongHae yang masih terdiam.
@@@
HyoRi berjalan menuju taman belakang sekolah. Ia masi memikirkan apa yang ia dengar dikoridor tadi. Cuaca hari ini dingin. setiap angin yang berhembus membuat bulu kuduknya berdiri. HyoRi tertunduk. Ia mengusap tangannya untuk membuatnya hangat. Tiba-tiba seseorang menyodorkan minuman hangat. HyoRi menolah keorang itu. Wajah asing berseragam sama dengannya. Laki-laki dengan senyum yang mencairkan suasana. Hyori mengambil minuman dari orang itu dan tersenyum.
" Gamsahamnida.." HyoRi mengucapkan terima lasih. Orang itu tersenyum dan memandang HyoRi.
"Apakah kau Lee HyoRi?" Tanya orang itu. HyoRi terkejut. Darimana orang itu tahu namanya.
"Ne, Darimana kau tahu namaku?" HyoRi balik bertanya. Orang itu kembali tersenyum.
"Dari teman-temanku, Aku Yesung.." Orang itu mengulurkan tangannya. HyoRi menjabat tangannya yang hangat. Yesung kembali tersenyum. Senyum yang hangat.
"Kau sering kesini?" Tanya Yesung mencairkan suasana. HyoRi mengangguk sambil menggosok-gosok kedua tangannya. Yesung melihatnya dan melepaskan jaketnya, Lalu memakaikannya pada HyoRi. HyoRi terkejut dan memandang Yesung. Yang dipandang hanya tersenyum. "Ini bisa membuatmu hangat.."
"Gamsahamnida.. Kau baik sekali.." Puji HyoRi. Yesung tertawa kecil. HyoRi ikut tertawa. Ia senang bertemu Yesung. Yesung pun begitu.
@@@
HyoRi pulang. Tetapi entah kenapa rumahnya disesaki oleh banyak orang. Mobil Ambulance terparkir disana. Jantung HyoRi berdegup kencang. Firasat buruk merayapi fikirannya. Ia menerobos masuk dari kerumunan orang-orang. Tiba-tiba wajahnya sedih. air matanya menggenang dimatanya. Firasat buruk itu benar.
Dua mayat bersimbah darah didepannya. Pucat dan tak berdaya. Dua mayat itu adalah eomma dan appanya. Tangisnya tak terbendung lagi. Ia langsung menghampiri dan memeluk mayat kedua orang tuanya. HyoRi menangis meraung-raung. EunMi dan KyuHyun-sahabat HyoRi-datang dan menenangkannya. HyoRi masih menangis. Dan terus menangis.
@@@
"Ini bukan kasus bunuh diri, pak!" Sanggah HyoRi. Ia melapor kekantor polisi karena ia yakin orang tuanya telah dibunuh. EunMi dan KyuHyun menemaninya.
Pak polisi menggeleng. "Ini bukan kasus pembunuhan, karena tidak ada tanda-tanda orang lain masuk kedelam rumah orang tua Anda. Lagipula, alat yang digunakan untuk membunuh tidak terdapat sidik jari orang lain melainkan sidik jari ayah anda sendiri. Jadi, Kami menyimpulkan kasus ini selesai karena tersangka telah tewas." Polisi setengah baya itu menjelaskan. HyoRi pasrah. EunMi dan KyuHyun menenangkannya. Mereka melangkah keluar dari kantor polisi dan menuju bjalan raya.
"Aku harus tinggal dimana..?" HyoRi tertunduk. EunMi mengusap punggung HyoRi dan memberinya semangat. Setelah Orang tua HyoRi meninggal, Rumah HyoRi diambil oleh Debt Collector karena appanya mempunyai hutang yang belum terlunasi.
"Tenang saja HyoRi, Kami akan membantumu mencari tempat tinggal yang nyaman. Untuk sementara kau tinggallah saja dirumahku terlebih dahulu." Tawar EunMi. KyuHyun mengangguk setuju. HyoRi tak menolak. Mereka beranjak menuju rumah EunMi.
@@@
1minggu HyoRi tinggal dirumah EunMi. Kini ia telah menemukan tempat tinggal yang nyaman dan cocok untuknya. Ia senang dan mulai merapihkan tempat tinggal barunya yang hanya sepetak. EunMi dan KyuHyun membantu merapikan. Ia senang memiliki sahabat yang selalu ada untuknya walaupun ia sedang dalam masalah sekalipun. Ia memandang kedua sahabatnya yang tampaknya kelelahan karena telah membantunya memindahkan barang-barang yang berat. HyoRi membuat mie ramen. Setelah kostan HyoRi rapih, mereka makan mie ramen bersama-sama.
@@@
HyoRi kembali berangkat kesekolah. Ia tak tampak riang seperti biasanya. Senandungnya tak terdengar dari mulutnya. sepanjang jalan ia hanya tertunduk dan menendang sesuatu yang ada didepan kakinya.
Ia berjalan menuju taman belakang sekolah. Tempat kesukaannya. tempat ia menyendiri jika ada masalah. Ia duduk memandang daun-daun yang berjatuhan. Kering dan layu. Apakah aku seperti daun-daun itu?? Batinnya bertanya-tanya. Tiba-tiba sebuah minuman hangat berada didepannya. Ia menoleh kearah orang yang memberikan minuman tersebut. Yesung-masih-dengan senyum hangatnya. HyoRi tersenyum, tetapi senyumnya tak mampu selebar saat pertama ia bertemu Yesung.
"Ada apa denganmu?" tanya Yesung. HyoRi menunduk memandang minuman kaleng didepannya.
" Tidak ada apa-apa.." Jawab HyoRi berbohong. Yesung menangkap kobohongan diwajah HyoRi. Yesung memandang HyoRi tak percaya. "Aku tidak apa-apa kok.." HyoRi berusaha meyakinkan.
Yesung masih memandang.
"Sumpah aku tidak apa-apa" HyoRi mencoba tersenyum riang.
Yesung masih memandang.
Senyum HyoRi sedikit memudar.
Yesung tetap memandang.
Senyum HyoRi hilang.
Yesung masih terus memandang.
Ok! HyoRi menyerah dan menceritakan pada Yesung. Yesung tersenyum puas.
HyoRi menarik nafas. "Orang tuaku meninggal 2 minggu yang lalu, aku harus bekerja untuk mendapatkan uang. Tapi aku belum mendapatkan pekerjaan." HyoRi melihat reaksi Yesung. Yesung sedang memikirkan sesuatu. HyoRi menunggu.
"Kau mau kerja?" Tanya Yesung.
"Tentu saja."
"Baiklah kau diterima.." Yesung sukses membuat HyoRi melongo. Ia belum mengerti apa yang dikatakan Yesung tadi.
"Kau bisa mulai bekerja besok. tapi maaf kalau hanya seorang cleaning service.." HyoRi baru mengerti. Ia sangat senang. Tanpa sadar ia memeluk Yesung. HyoRi melepas pelukannya dan tersipu. Sedangkan Yesung hanya tersenyum.
@@@
Hari pertama kerja. Ia membersihkan lantai. Hatinya gembira karena akhirnya ia bisa mendapatkan uang. Ia bahkan mencuci piring sambil bersenandung saking senangnya, Teatapi ia terkena teguran dari manager restoran tersebut.
"Kalau cuci piring jangan sambil bernyanyi, kalau kau mau menjadi penyanyi jangan bekerja disini." Bentak manager. HyoRi menurut.
Yesung mengawasinya dari kejauhan. Ia senang melihat HyoRi tersenyum karenanya.
Waktu kerja selesai. HyoRi bergegas pulang. Tiba-tiba Yesung menghampirinya.
"Kau ada acara setelah ini?" Tanya Yesung.
"tidak."
"Ikut aku.."
"Kemana?" Yesung tidak menjawab. Ia menarik HyoRi maqsuk kedalam mobilnya.
Mereka sampai disebuah tepi danau.
Mereka berdiri di tepi danau sambil menikmati senja. Tiba-tiba Yesung membisikkan sesuatu.
"Saranghae.." Bisik Yesung. Wajah HyoRi memerah. "Tatap mataku, a[pakah kau juga mencintaiku?" Tanya Yesung dengan suara yang lembut bagai angin berhembus yang menyejukkan hati HyoRi. HyoRi tak bergeming. Ia masih memandang Yesung. Tiba-tiba wajah Yesung mendekat dan semakin mendekat. Senja menyaksikan kisah cinta mereka. Tetapi apakah HyoRi mencintai Yesung??
@@@
Wait for "The One I Love Part VI" : )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar